Transformasi digital di sektor perbankan telah menjadi agenda strategis yang tidak lagi bersifat opsional, melainkan menjadi keharusan untuk menjaga daya saing dan memenuhi ekspektasi nasabah di era layanan keuangan berbasis teknologi. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta, khususnya dari divisi IT dan digital banking, dengan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana membangun dan mengembangkan arsitektur sistem perbankan yang adaptif, aman, dan kompatibel dengan ekosistem teknologi finansial (fintech) yang terus berkembang. Perubahan regulasi, ekspektasi akan layanan real-time, kebutuhan integrasi API terbuka, serta kolaborasi dengan fintech mendorong bank untuk melakukan modernisasi sistem core banking, meningkatkan kapabilitas digital, dan memperkuat konektivitas antarplatform melalui pendekatan teknologi yang terstandar dan berkelanjutan.
Pelatihan ini juga mengupas bagaimana strategi transformasi digital perlu diiringi dengan desain arsitektur enterprise yang modular, penggunaan teknologi cloud, serta pemanfaatan open banking dan layanan digital berbasis API. Peserta akan mempelajari tantangan dalam integrasi dengan pihak ketiga (fintech dan startup teknologi), mekanisme sandboxing, hingga penerapan keamanan dalam transaksi dan pertukaran data antar sistem. Melalui diskusi studi kasus, benchmarking praktik terbaik, serta simulasi pendekatan integrasi, pelatihan ini bertujuan membangun kompetensi teknis dan strategis bagi peserta agar mampu mendorong inovasi teknologi yang tetap mematuhi regulasi OJK dan BI. Dengan pemahaman ini, institusi perbankan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator dalam menyediakan layanan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berdaya saing tinggi.
Tujuan
- Memahami prinsip-prinsip dasar dan strategi implementasi transformasi digital di sektor perbankan.
- Meningkatkan pemahaman tentang desain arsitektur sistem perbankan modern yang siap integrasi dengan teknologi fintech.
- Membekali peserta dengan pengetahuan tentang standar dan praktik terbaik dalam integrasi API dan open banking.
- Mengidentifikasi tantangan, risiko, dan solusi teknis dalam integrasi teknologi pihak ketiga (fintech, startup, middleware).
- Mendorong penerapan solusi teknologi yang inovatif namun tetap patuh terhadap regulasi dan standar keamanan TI perbankan.
Materi Pokok
Hari 1: Fondasi Transformasi Digital dan Arsitektur Sistem Perbankan Modern
- Transformasi Digital di Sektor Perbankan
- Tren global dan lokal dalam digitalisasi perbankan
- Regulasi OJK dan BI yang mempengaruhi digital banking dan integrasi teknologi
- Peran TI dalam mendukung strategi digital perusahaan
- Arsitektur Sistem Perbankan Modern
- Migrasi dari sistem legacy ke arsitektur modular dan berbasis microservices
- Enterprise Architecture (EA) dan pendekatan DevOps dalam transformasi digital
- Penggunaan Cloud Computing dan Hybrid Infrastructure: manfaat, risiko, dan mitigasi
- Open Banking dan Infrastruktur Integrasi API
- Konsep Open Banking dan standar global (Open API, OAuth2, PSD2)
- Strategi integrasi layanan keuangan dengan pihak ketiga secara aman dan efisien
- Pengelolaan API Gateway, Middleware, dan Sistem Orkestrasi
Hari 2: Integrasi Fintech, Manajemen Risiko, dan Strategi Inovasi Digital
- Kolaborasi dan Integrasi dengan Fintech
- Landscape fintech di Indonesia dan peluang kolaborasi strategis
- Mekanisme sandboxing dan proses evaluasi teknologi pihak ketiga
- Studi kasus kemitraan bank-fintech yang berhasil
- Manajemen Risiko dan Keamanan Sistem dalam Integrasi Digital
- Risiko integrasi digital: data breach, downtime, third-party vulnerability
- Penerapan Zero Trust Architecture dan protokol keamanan pada pertukaran data antar sistem
- Compliance dengan standar keamanan: ISO 27001, PCI DSS, dan POJK TI
- Inovasi Berkelanjutan dalam Layanan Digital Perbankan
- Pengembangan layanan digital berbasis customer-centric design
- Strategi agile innovation dan iterasi teknologi berbasis feedback
- Evaluasi keberhasilan transformasi digital: KPI, ROI, dan indikator keberlanjutan



