Imbas pelemahan ekonomi global berpotensi meningkatkan rasio Non Performing Loan (NPL) di industri perbankan. Kondisi ini menuntut bank untuk memiliki strategi yang tepat dan responsif agar kegiatan bisnis tetap berjalan dengan baik serta kualitas aset tetap terjaga.
Pelatihan ini difokuskan pada strategi penyusunan Early Warning System (EWS) sebagai alat penting untuk melindungi aset bank dari risiko kredit bermasalah. Melalui EWS, fungsi pengawasan dapat secara berkelanjutan menilai dan memantau risiko kredit yang disalurkan oleh bank, baik pada segmen kredit konsumer, korporasi, maupun UMKM.
TUJUAN
- Memahami konsep dan mekanisme Early Warning System (EWS) serta hubungannya dengan deteksi dini fraud kredit
- Memahami keterkaitan antara EWS, Early Warning Indicators (EWI), dan Red Flagged Account (RFA)
- Mampu menyusun dan mengimplementasikan EWS yang sesuai dengan portofolio kredit bank masing-masing guna menjaga kualitas aset yang sehat
MATERI POKOK
- Sekilas Non Performing Loan (NPL) Perbankan
- Early Warning System (EWS) dalam kredit
- Konsep Early Warning System
- Manfaat penerapan EWS
- Hubungan dan cara kerja EWS dengan deteksi dini fraud kredit
- Kerangka kerja EWS
- Pihak-pihak yang berperan dalam EWS
- Penyusunan kertas kerja EWS
- Early Warning Indicators (EWI) sebagai Bagian dari EWS
- Definisi Early Warning Indicators
- Hubungan EWI dengan EWS
- Klasifikasi EWI
- Strategi penyusunan dan pengembangan EWI
- Red Flagged Account (RFA)
- Definisi Red Flagged Account
- Hubungan RFA dengan EWS dan EWI
- Keterkaitan RFA dengan deteksi dini fraud kredit
- Deteksi dini fraud kredit dalam siklus hidup kredit
- Mekanisme RFA dalam menekan rasio NPL
- Pengklasifikasian kategori kredit bank dalam Red Flagged Account
- Studi Kasus penyusunan Early Warning System, Early Warning Indicators, dan Red Flagged Account



