Lembaga Keuangan yang nampaknya paling besar peranannya dalam perekonomian adalah Bank. Dengan demikian maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa bank mempunyai peran yang besar dalam mendorong perekonomian mulai dari tingkat rumah tangga sampai dengan tingkat korporasi. Bank akan selalu meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan bagi konsumen sekaligus meningkatkan citra sebuah bank dan mengikuti teknologi informasi menjadi tuntutan yang tak bisa dihindarkan.
Penggunaan teknologi komputer telah menyebabkan perubahan besar dalam usaha pelayanan jasa perbankan. Salah satu cara yang dilakukan Bank yaitu dengan mengoperasionalkan jaringan ATM (Automated Teller Machine) atau dalam istilah Indonesia diterjemahkan menjadi Anjungan Tunai Mandiri yang mempermudah masyarakat dalam penarikan, penyimpanan maupun mentransfer uang.
TUJUAN
- Memahami cara pengukuran dan penilaian kinerja ATM Bank melalui: Correctness, Reliability, Efficiency, Usability, Integrity
- Memahami Teori Sistem Informasi Geografis (SIG)
- Mampu memanfaatkan terapan informasi geografis non otomatis/manual dengan peta geografis (GPS) sederhana
MATERI POKOK
- Pengukuran Kinerja ATM
- Parameter yang Digunakan Pengukuran: Correctness, Reliability, Efficiency, Usability, Integrity
- Menyusun Questioner Pengukuran Kinerja ATM
- Tabulasi dan Analisa Kinerja ATM
- Pemahaman Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Menetapkan Lokasi ATM
- Tabulasi dan Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam Menentukan Lokasi ATM
- Teori Sistem Informasi Geografis
- Informasi Geografis Manual System
- Penggabungan Informasi Geogafis dan Analytical Hierarchy Process (AHP)
- Contoh Model Analisa Lokasi ATM yang Sesuai Kriteria yang Terbaik
- Fungsi Analisis Atribut (Non Spasial) Antara Lain Terdiri Atas Operasi-operasi Dasar Sistem Pengelolaan Basis Data beserta Perluasannya
- Fungsi Analisis Spasial yang Mencakup: Buffering, Overlay, Network, Find Distance, Clustering, Interpolasi
- Diskusi



