Transformasi digital yang semakin cepat pada industri perbankan telah mengubah pola komunikasi perusahaan, hubungan dengan stakeholder, serta eksposur risiko reputasi yang dihadapi organisasi. Di era media sosial, digital banking, keterbukaan informasi real-time, dan tingginya sensitivitas publik terhadap isu layanan maupun tata kelola perusahaan, risiko reputasi dapat muncul dan berkembang dalam waktu sangat singkat. Berbagai isu seperti keluhan nasabah yang viral, cyber incident, misinformation, kesalahan disclosure, pelanggaran kepatuhan, hingga krisis komunikasi digital dapat memengaruhi tingkat kepercayaan publik, stabilitas bisnis, dan citra perusahaan secara signifikan. Dalam kondisi tersebut, Corporate Secretary (Corsec) memiliki peran strategis tidak hanya sebagai fungsi administrasi tata kelola perusahaan, tetapi juga sebagai penghubung utama antara perusahaan, regulator, investor, media, dan stakeholder lainnya dalam menjaga reputasi korporasi secara berkelanjutan.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran Corporate Secretary dalam mengelola risiko reputasi digital pada industri perbankan dan jasa keuangan. Peserta akan mempelajari strategi identifikasi risiko reputasi, pengelolaan komunikasi perusahaan, keterbukaan informasi, manajemen krisis digital, hingga penguatan governance dan stakeholder engagement dalam menghadapi dinamika media digital tahun 2026. Selain itu, pelatihan ini juga membahas teknik monitoring reputasi perusahaan melalui media sosial dan platform digital, penyusunan crisis communication protocol, pengelolaan isu reputasi berbasis data dan analytics, serta praktik terbaik dalam menjaga kepercayaan publik dan regulator. Dengan pendekatan studi kasus dan pembahasan praktik aktual di industri perbankan, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mitigasi risiko reputasi digital, memperkuat koordinasi lintas fungsi, serta mendukung terciptanya tata kelola perusahaan yang transparan, adaptif, dan resilient terhadap risiko reputasi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
- Memahami perkembangan risiko reputasi digital pada industri perbankan.
- Memahami peran strategis Corporate Secretary dalam pengelolaan reputasi perusahaan.
- Mengidentifikasi sumber risiko reputasi yang berasal dari media digital dan keterbukaan informasi.
- Menyusun strategi komunikasi perusahaan dalam menghadapi isu reputasi digital.
- Memahami pengelolaan komunikasi krisis dan media handling pada industri perbankan.
- Mengembangkan sistem monitoring reputasi perusahaan berbasis digital.
- Memperkuat koordinasi lintas fungsi dalam mitigasi risiko reputasi perusahaan.
- Meningkatkan governance dan stakeholder engagement dalam menjaga kepercayaan publik.
Hari Pertama
1. Tren Risiko Reputasi Digital pada Industri Perbankan Tahun 2026
Sub Materi:
- Transformasi digital dan perubahan perilaku stakeholder
- Risiko reputasi pada era digital banking
- Pengaruh media sosial terhadap citra perusahaan
- Risiko misinformation dan disinformation
- Dampak viral issue terhadap reputasi bank
- Ekspektasi regulator terhadap governance dan transparency
2. Peran Strategis Corporate Secretary dalam Reputational Risk Management
Sub Materi:
- Fungsi modern Corporate Secretary pada industri perbankan
- Corporate governance dan reputasi perusahaan
- Peran Corsec dalam keterbukaan informasi
- Stakeholder communication management
- Hubungan Corsec dengan regulator, investor, dan media
- Penguatan corporate image dan trust management
3. Pengelolaan Keterbukaan Informasi dan Media Relations
Sub Materi:
- Prinsip keterbukaan informasi perusahaan
- Pengelolaan informasi material dan sensitif
- Strategi komunikasi dengan media massa
- Penyusunan press release dan public statement
- Teknik media handling dan interview management
- Risiko reputasi akibat kesalahan disclosure
4. Monitoring Risiko Reputasi Digital
Sub Materi:
- Konsep reputational risk monitoring
- Social media monitoring dan sentiment analysis
- Identifikasi early warning indicator reputasi
- Pemanfaatan data analytics dalam monitoring reputasi
- Dashboard monitoring reputasi perusahaan
- Penyusunan escalation process reputational issue
Hari Kedua
5. Crisis Communication Management pada Industri Perbankan
Sub Materi:
- Framework crisis communication management
- Penyusunan crisis communication protocol
- Strategi komunikasi saat terjadi krisis digital
- Penanganan isu viral dan cyber incident
- Koordinasi komunikasi internal dan eksternal
- Recovery strategy pasca krisis reputasi
6. Governance dan Pengendalian Risiko Reputasi
Sub Materi:
- Governance framework reputational risk
- Peran direksi dan komisaris dalam reputational governance
- Integrasi reputational risk dengan enterprise risk management
- Penyusunan SOP pengelolaan isu reputasi
- Penguatan budaya kepatuhan dan etika komunikasi
- Dokumentasi dan evidence management
7. Stakeholder Engagement dan Corporate Communication Strategy
Sub Materi:
- Strategi engagement dengan stakeholder utama
- Investor relations dan komunikasi publik
- Pengelolaan komunikasi dengan regulator
- Community engagement dan public trust building
- Strategi komunikasi ESG dan sustainability issue
- Reputasi perusahaan dalam era digital transparency
8. Studi Kasus dan Best Practice Pengelolaan Risiko Reputasi Digital
Sub Materi:
- Studi kasus reputasi digital industri perbankan
- Analisis penyebab dan dampak reputational crisis
- Simulasi crisis communication management
- Evaluasi strategi media handling
- Penyusunan action plan mitigasi risiko reputasi
- Best practice reputational governance pada industri keuangan