Insiden siber di industri perbankan saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai gangguan teknis yang semata-mata menjadi tanggung jawab divisi teknologi informasi, melainkan telah berkembang menjadi krisis organisasi yang kompleks dan multidimensional, dengan dampak langsung terhadap manusia, reputasi institusi, tingkat kepercayaan nasabah, stabilitas harga saham, serta keberlangsungan operasional dan bisnis secara keseluruhan. Serangan seperti ransomware yang melumpuhkan sistem layanan, kebocoran data nasabah dalam skala besar, phishing massal yang menyasar karyawan internal, hingga insider threat yang melibatkan oknum pegawai, dapat memicu kepanikan internal, menurunkan moral dan produktivitas karyawan, menimbulkan tekanan psikologis pada tim yang berada di garis depan penanganan krisis, serta meningkatkan risiko terjadinya kesalahan komunikasi yang justru memperburuk persepsi publik. Dalam situasi yang serba cepat dan penuh ketidakpastian tersebut, organisasi sering kali dihadapkan pada dilema antara menjaga transparansi dan mengendalikan informasi sensitif. Di tengah ketatnya regulasi sektor jasa keuangan serta ekspektasi tinggi dari regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan, kemampuan mengelola aspek SDM secara terstruktur, terukur, dan berlandaskan prinsip tata kelola yang baik menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas organisasi serta meminimalkan dampak jangka panjang terhadap reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk membekali Divisi SDM, pimpinan unit kerja, serta anggota Crisis Management Team dengan kompetensi strategis dalam mengelola aspek manusia (people risk) pada saat terjadi insiden siber, dengan pendekatan yang sistematis, responsif, dan tetap mengedepankan empati. Peserta tidak hanya akan memahami peran administratif HR dalam situasi darurat, tetapi juga peran strategis sebagai penjaga stabilitas organisasi dan penghubung komunikasi antara manajemen, karyawan, serta fungsi pengendalian lainnya. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari cara menyusun protokol koordinasi lintas fungsi yang efektif antara IT, Risk Management, Legal, dan Corporate Communication; merancang skema komunikasi internal yang akurat namun tidak menimbulkan kepanikan; menjaga psychological safety agar karyawan tetap fokus dan produktif; serta memastikan keberlanjutan operasional tanpa mengabaikan prinsip kepatuhan, perlindungan data, dan tata kelola perusahaan yang baik. Melalui pendekatan berbasis studi kasus nyata dari industri perbankan global, diskusi mendalam, serta simulasi skenario krisis, pelatihan ini bertujuan membantu organisasi membangun ketahanan SDM (workforce resilience) yang adaptif, tangguh, dan siap menghadapi dinamika ancaman siber yang diproyeksikan semakin kompleks pada tahun 2026 dan seterusnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami peran strategis HR dalam manajemen krisis akibat insiden siber. Mengidentifikasi risiko SDM yang muncul selama dan setelah insiden siber. Menyusun rencana respons people management yang terintegrasi dengan crisis management framework perusahaan. Mengelola komunikasi internal secara efektif, transparan, dan terkendali. Menangani dampak psikologis, reputasional, dan etika terhadap karyawan. Mendukung proses investigasi internal tanpa mengganggu stabilitas organisasi. Membangun strategi pemulihan (recovery) dan penguatan budaya keamanan siber pasca insiden.
Hari 1 – Fondasi & Respons Awal Krisis
Tren serangan siber pada sektor keuangan Dampak operasional, hukum, dan reputasi Regulasi dan kewajiban pelaporan insiden Studi kasus insiden siber pada bank global
HR sebagai bagian dari Crisis Management Team Integrasi People Risk dalam Enterprise Risk Management Penyusunan Crisis People Response Framework Penetapan peran dan tanggung jawab saat insiden
Prinsip komunikasi krisis yang efektif Menghindari misinformasi dan kepanikan internal Koordinasi pesan dengan Corporate Communication & Legal Penyusunan template komunikasi darurat untuk karyawan
Dampak psikologis insiden siber pada karyawan Teknik dasar psychological first aid untuk pimpinan Menjaga stabilitas tim berisiko tinggi (IT, CS, Operasional) Mengelola tekanan dan konflik internal saat krisis Hari 2 – Investigasi, Pemulihan & Ketahanan Organisasi
Penanganan dugaan insider threat Proses investigasi internal yang adil dan objektif Koordinasi dengan Legal & Audit Internal Perlindungan hak karyawan dan mitigasi risiko hukum
Workforce contingency planning Pengaturan kerja darurat (remote/isolation protocol) Penggantian peran kritikal sementara Pengamanan data karyawan dan akses sistem
Mengembalikan kepercayaan karyawan pasca insiden Strategi town hall & leadership messaging Reinforcement budaya cybersecurity awareness Evaluasi kinerja tim pasca krisis
Lessons learned framework Penyempurnaan SOP & kebijakan SDM Integrasi pelatihan keamanan siber dalam learning roadmap Penyusunan Crisis Simulation & Drill SDM tahunan
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang harga OFFLINE : Rp. 8.000.000,- / Participant / Non Residential / Offline Public Training / Running dengan kuota minimal 5 peserta ONLINE : Rp. 4.000.000,- / Participant / Online Public Training / Running dengan Kuota Minimal 3 peserta In House Training (Hubungi Kami untuk mendapatkan Harga Khusus)