Transformasi digital di sektor jasa keuangan telah mengubah model bisnis industri perbankan secara signifikan. Perkembangan digital banking, open banking, embedded finance, Banking-as-a-Service (BaaS), serta kolaborasi bank dengan fintech dan platform digital menghadirkan tantangan baru dalam perlakuan akuntansi, pengakuan pendapatan, klasifikasi transaksi, pengukuran aset dan liabilitas, hingga pengungkapan risiko keuangan. Produk dan layanan berbasis digital seperti virtual account, digital lending, QR payment, e-wallet integration, subscription banking services, API banking, dan embedded financial services memerlukan pendekatan akuntansi yang lebih adaptif terhadap PSAK keuangan terkini dan regulasi industri jasa keuangan. Selain itu, meningkatnya volume transaksi real-time dan integrasi lintas platform menuntut divisi akuntansi dan keuangan untuk mampu memastikan akurasi pencatatan, validitas data, efektivitas rekonsiliasi, serta penguatan internal control pada ekosistem digital yang semakin kompleks.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai perlakuan akuntansi (accounting treatment) atas aktivitas digital banking dan embedded finance pada industri perbankan dan lembaga jasa keuangan. Peserta akan mempelajari berbagai isu strategis terkait pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi digital sesuai PSAK dan praktik industri terkini. Selain membahas tantangan pencatatan transaksi digital dan kolaborasi bank-fintech, pelatihan ini juga membahas pengelolaan fee based income digital, accounting treatment atas platform-based services, pengendalian internal transaksi digital, hingga pemanfaatan teknologi dan data analytics dalam proses rekonsiliasi dan pelaporan keuangan. Dengan pendekatan studi kasus dan pembahasan praktik implementasi di industri perbankan digital, pelatihan ini diharapkan mampu membantu peserta meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, serta memperkuat governance dan compliance pada era embedded finance tahun 2026.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
- Memahami perkembangan digital banking dan embedded finance pada industri jasa keuangan.
- Memahami implikasi PSAK terhadap transaksi dan layanan keuangan digital.
- Mengidentifikasi perlakuan akuntansi atas produk dan layanan digital banking.
- Memahami accounting treatment pada kerja sama bank dan fintech/platform digital.
- Menyusun pencatatan akuntansi atas fee based income dan transaksi embedded finance.
- Mengelola risiko akuntansi dan rekonsiliasi transaksi digital secara efektif.
- Memahami penguatan internal control dan governance pada transaksi digital banking.
- Meningkatkan kualitas pelaporan dan disclosure atas aktivitas digital finance.
Hari Pertama
1. Tren Digital Banking dan Embedded Finance Tahun 2026
Sub Materi:
- Perkembangan model bisnis digital banking
- Konsep embedded finance dan Banking-as-a-Service (BaaS)
- Kolaborasi bank dengan fintech dan platform digital
- Open banking dan API ecosystem
- Dampak digitalisasi terhadap fungsi accounting dan finance
- Risiko dan tantangan akuntansi pada layanan digital keuangan
2. PSAK dan Regulasi Akuntansi atas Transaksi Digital
Sub Materi:
- PSAK yang relevan terhadap digital banking
- Pengakuan dan pengukuran transaksi digital
- Accounting treatment atas fee based income digital
- Pengakuan pendapatan berbasis platform dan subscription services
- Pengukuran aset dan liabilitas digital financial services
- Keterkaitan PSAK dengan regulasi OJK dan Bank Indonesia
3. Accounting Treatment atas Produk dan Layanan Digital Banking
Sub Materi:
- Pencatatan transaksi mobile banking dan internet banking
- Accounting treatment virtual account dan payment gateway
- Akuntansi QR payment dan digital payment services
- Perlakuan akuntansi digital lending dan buy now pay later
- Pengelolaan pendapatan komisi dan transaksi digital
- Rekonsiliasi transaksi real-time pada digital banking
4. Accounting Treatment pada Embedded Finance dan Kolaborasi Fintech
Sub Materi:
- Model kerja sama bank dan fintech
- Revenue sharing dan profit sharing arrangement
- Pengakuan transaksi API banking
- Akuntansi atas white label financial services
- Pengelolaan settlement dan transaksi pihak ketiga
- Risiko akuntansi pada embedded financial ecosystem
Hari Kedua
5. Internal Control dan Governance Transaksi Digital
Sub Materi:
- Penguatan internal control pada digital banking
- Segregation of duties dalam sistem digital
- Pengendalian akses dan validasi transaksi
- Audit trail dan monitoring transaksi elektronik
- Pencegahan fraud pada transaksi digital
- Governance data keuangan dan perlindungan data nasabah
6. Rekonsiliasi dan Pelaporan Keuangan Digital Banking
Sub Materi:
- Rekonsiliasi transaksi volume tinggi berbasis sistem
- Integrasi data transaksi digital dengan general ledger
- Penanganan dispute dan failed transaction
- Penyusunan laporan keuangan digital services
- Disclosure risiko transaksi digital
- Dokumentasi dan evidence transaksi elektronik
7. Pemanfaatan Teknologi dan Data Analytics untuk Accounting Digital
Sub Materi:
- Otomasi proses accounting digital
- Penggunaan data analytics untuk monitoring transaksi
- Dashboard finance dan digital transaction monitoring
- Identifikasi anomali dan red flag transaksi
- Integrasi accounting system dan core banking
- Tantangan implementasi AI pada fungsi accounting
8. Studi Kasus Implementasi Accounting Digital Banking dan Embedded Finance
Sub Materi:
- Studi kasus accounting digital banking
- Analisis pencatatan fee based income digital
- Simulasi accounting treatment embedded finance
- Pembahasan temuan audit transaksi digital
- Evaluasi pengendalian internal digital banking
- Penyusunan action plan improvement accounting digital services