Industri perbankan sering dipersepsikan sebagai sektor dengan risiko keselamatan kerja yang relatif rendah dibandingkan industri manufaktur atau konstruksi. Namun demikian, kompleksitas operasional bank—mulai dari kantor pusat, kantor cabang, data center, hingga layanan berbasis digital—tetap memiliki potensi risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang signifikan, seperti risiko kebakaran, gangguan kelistrikan, bencana alam, ergonomi kerja, keamanan fasilitas, hingga kondisi darurat yang melibatkan nasabah dan karyawan. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang terstruktur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional, melindungi aset perusahaan, serta memastikan keselamatan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan kerja perbankan. Sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan nasional dan prinsip manajemen risiko terintegrasi, penerapan SMK3 di perbankan juga mendukung penguatan tata kelola dan Business Continuity Management (BCM). Divisi Umum sebagai pengelola fasilitas dan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja, melakukan identifikasi bahaya, menyusun prosedur tanggap darurat, serta mengintegrasikan aspek kesehatan kerja dalam pengelolaan gedung dan lingkungan kantor. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif sekaligus keterampilan praktis dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi SMK3 yang efektif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik operasional industri perbankan menuju 2026.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami prinsip dan kerangka dasar Sistem Manajemen K3 (SMK3). Mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko di lingkungan kerja perbankan. Menyusun kebijakan dan prosedur K3 yang sesuai dengan operasional bank. Mengintegrasikan SMK3 dengan manajemen risiko dan Business Continuity Plan (BCP). Menyusun langkah mitigasi serta prosedur tanggap darurat secara sistematis. Melakukan monitoring dan evaluasi implementasi SMK3 secara berkelanjutan.
Hari 1 – Fondasi dan Identifikasi Risiko K3 di Perbankan
Prinsip dan tujuan Sistem Manajemen K3 Kerangka regulasi nasional terkait K3 Peran manajemen dan komitmen pimpinan Integrasi K3 dalam tata kelola perusahaan
Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) Risiko kebakaran dan sistem proteksi gedung Risiko kelistrikan dan peralatan kantor Risiko ergonomi (workstation, kelelahan kerja) Risiko kesehatan kerja (indoor air quality, stres kerja)
Standar keselamatan gedung perbankan Pengelolaan ruang arsip dan dokumen penting Pengamanan area publik dan area terbatas Sistem kontrol akses dan CCTV
Penyusunan manual SMK3 SOP tanggap darurat Penetapan struktur organisasi K3 Program sosialisasi dan pelatihan karyawan Hari 2 – Implementasi, Monitoring & Tanggap Darurat
Prosedur evakuasi kebakaran dan gempa bumi Simulasi penanganan kondisi darurat Koordinasi dengan pihak eksternal (pemadam, medis) Pengelolaan panic situation di kantor cabang
Keterkaitan K3 dan kelangsungan operasional Identifikasi critical function Disaster recovery untuk fasilitas kantor Dokumentasi dan pelaporan insiden
Inspeksi rutin fasilitas Audit internal SMK3 Pelaporan kecelakaan kerja dan near miss Key Performance Indicator (KPI) K3
Program kesehatan dan medical check-up Manajemen stres dan kesehatan mental Pencegahan penyakit akibat kerja Kampanye budaya keselamatan (safety culture)
Gap analysis kondisi saat ini Prioritas perbaikan jangka pendek dan menengah Roadmap implementasi SMK3 di unit kerja Indikator keberhasilan dan evaluasi berkala
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang harga OFFLINE : Rp. 8.000.000,- / Participant / Non Residential / Offline Public Training / Running dengan kuota minimal 5 peserta ONLINE : Rp. 4.000.000,- / Participant / Online Public Training / Running dengan Kuota Minimal 3 peserta In House Training (Hubungi Kami untuk mendapatkan Harga Khusus)