Dalam industri perbankan, penyaluran kredit merupakan salah satu aktivitas utama yang berperan sebagai motor penggerak pendapatan dan pertumbuhan bisnis, karena memberikan kontribusi signifikan terhadap perolehan bunga dan ekspansi portofolio aset produktif. Namun demikian, aktivitas ini juga mengandung tingkat risiko yang tinggi, terutama apabila tidak dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan analisis yang memadai, mengingat potensi terjadinya gagal bayar yang dapat berdampak pada kualitas aset dan stabilitas keuangan bank secara keseluruhan. Seiring dengan perkembangan sektor ekonomi yang semakin dinamis, disertai dengan meningkatnya kompleksitas kebutuhan pembiayaan dari berbagai segmen nasabah, bank dituntut untuk memiliki pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam terhadap karakteristik kredit pada berbagai sektor atau tema tertentu, seperti kredit UMKM yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi ekonomi mikro, kredit konsumsi yang dipengaruhi oleh perilaku nasabah, kredit korporasi dengan struktur pembiayaan yang kompleks, maupun pembiayaan berbasis sektor industri spesifik yang memiliki siklus bisnis dan risiko unik. Oleh karena itu, pendekatan tematik dalam analisis kredit menjadi semakin penting untuk diterapkan, agar proses penilaian tidak hanya berfokus pada aspek keuangan historis semata, tetapi juga mampu mengintegrasikan analisis terhadap dinamika industri, risiko sektoral, kondisi makroekonomi, serta prospek usaha debitur secara lebih komprehensif dan forward-looking.
Di sisi lain, meningkatnya tekanan terhadap kualitas aset perbankan, yang tercermin dari potensi kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL), serta semakin ketatnya tuntutan regulator dalam penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan manajemen risiko, mengharuskan bank untuk terus memperkuat kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pengelolaan kredit. Hal ini menjadi semakin penting di tengah persaingan industri yang ketat dan kebutuhan untuk tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan kualitas portofolio. Melalui pelatihan Brevet Kredit Tematik, peserta akan dibekali dengan pemahaman yang menyeluruh dan terstruktur mengenai seluruh siklus perkreditan, mulai dari tahap analisis kelayakan, perancangan struktur kredit yang sesuai dengan profil risiko debitur, hingga proses monitoring dan pengendalian kredit pasca pencairan, dengan pendekatan berbasis sektor atau tema tertentu yang relevan dengan kondisi industri. Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk mengintegrasikan aspek manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan best practices industri perbankan, sehingga peserta tidak hanya mampu meningkatkan kualitas analisis dan pengambilan keputusan kredit, tetapi juga dapat memberikan kontribusi strategis dalam menjaga kualitas aset, memitigasi risiko secara proaktif, serta memastikan keselarasan antara kebijakan perkreditan dengan arah dan strategi bisnis bank secara keseluruhan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Hari 1: Fundamental Kredit & Analisis Tematik
1. Pengantar Perkreditan Perbankan
2. Analisis Kredit Dasar
3. Pendekatan Kredit Tematik
4. Identifikasi Risiko Kredit
Hari 2: Strukturisasi, Monitoring & Pengelolaan Risiko
5. Strukturisasi Kredit
6. Aspek Hukum dan Kepatuhan
7. Monitoring dan Pengendalian Kredit
8. Manajemen Portofolio Kredit
9. Penyusunan Rekomendasi Kredit
Divisi Kredit
Divisi Credit Analysis
Divisi Credit Administration
Divisi Risk Management
Divisi Corporate Banking
Divisi Commercial Banking
Divisi Compliance
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch