Memasuki pertengahan tahun 2026, model bisnis nasabah berubah jauh lebih cepat daripada kemampuan bank dalam memproses restrukturisasi konvensional. Pelatihan ini memperkenalkan metodologi Agile ke dalam divisi penyelamatan kredit untuk mempercepat proses pengambilan keputusan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Fokus utamanya adalah bagaimana tim remedial dapat bekerja secara lintas fungsi (Legal, Risk, dan Bisnis) dalam siklus pendek untuk menghasilkan solusi restrukturisasi yang "tailor-made" bagi debitur yang terdampak disrupsi teknologi maupun fluktuasi pasar global.
Melalui pendekatan Agile, bank tidak lagi hanya mengandalkan satu skema restrukturisasi statis untuk jangka panjang, melainkan skema yang dinamis dan dapat disesuaikan secara periodik berdasarkan performa riil debitur. Peserta akan dibekali keterampilan untuk melakukan negosiasi cepat, pemanfaatan data real-time untuk monitoring, dan penyederhanaan birokrasi kerta kerja melalui digitalisasi proses. Strategi ini terbukti efektif dalam menekan angka NPL semesteran secara signifikan karena memungkinkan penanganan debitur dilakukan sebelum masalah menjadi sistemik dan sulit diselamatkan.
Implementasi Agile Mindset dalam Remedial
Eksekusi Taktis dan Negosiasi Adaptif