Dalam sebuah pengendalian tentu diperlukan adanya Prosedur yang dipergunakan sebagai kebijakan dan aturan dalam sebuah organisasi mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) telah dilaksanakan sejak pemberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008. Untuk dapat mengetahui keberhasilan penyelenggaraan SPIP, diperlukan indikator efektivitas penyelenggaraan SPIP. Sebuah kajian yang dilakukan oleh Puslitbangwas BPKP telah merumuskan indikator pencapaian tujuan SPIP dengan menetapkan keempat tujuan SPIP sebagai outcome penerapan SPIP, sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Kajian Nomor LHT-947/LB/2009 tanggal 21 Desember 2009. Berdasarkan pemikiran dalam kajian tersebut, indikator pencapaian tujuan instansi merupakan hasil akhir (ultimate outcome) atas penyelenggaraan SPIP setelah melalui proses bisnis pada instansi pemerintah yang menghasilkan intermediate outcome berupa adanya jaminan memadai untuk mencapai tujuan SPIP. Indikator ini terlalu jauh bila dijadikan ukuran keberhasilan penyelenggaraan SPIP mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi keberhasilan pencapaian intermediate outcome dan ultimate outcome tersebut. Kajian ini bertujuan merumuskan indikator dan penilaian yang dapat digunakan untuk mengetahui efektivitas suatu Sistem Pengendalian Intern Pemerintah. Konsisten dengan definisi pengendalian intern dalam COSO Integrated Framework dan SPIP sebagai suatu proses, kajian ini merumuskan indikator keberhasilan penyelenggaraan SPIP berdasarkan proses penyelenggaraannya bukan berdasarkan output atau outcome penyelenggaraan SPIP pada tingkat instansi. Internal Control Reliability Model (ICRM) merupakan model yang dapat dipertimbangkan untuk menilai tingkat keandalan pengendalian intern dengan dua dimensi yaitu dimensi tujuan pengendalian utama dan level keandalan. Kajian ini mengusulkan penggunaan indikator proses untuk menilai efektivitas suatu Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dengan melihat pencapaian tujuan pengendalian utama dan mengusulkan cara penilaian yang dapat digunakan untuk melihat efektivitas tersebut. Penilaian atas tujuan pengendalian utama dilakukan secara holistik yaitu penilaian tujuan pengendalian utama tidak dilakukan berdasarkan penilaian setiap unsur SPIP melainkan berdasarkan penilaian keseluruhan unsur SPIP
Pengertian dan Tujuan Sistem Pengendalian Internal Pihak-pihak yang berkepentingan dengan Sistem Pengendalian Internal Faktor Pertimbangan dalam Penyusunan Sistem Pengendalian Internal Lingkungan Pengendalian Sistem Pengendalian Internal 5 Elemen Pengendalian Internal Indikator yang disarankan untuk digunakan dalam menilai keandalan SPIP meliputi atribut-atribut : Dokumentasi Kesadaran/pemahaman Sikap dan tindakan Prosedur Pengendalian Monitoring Indikator-indikator jabarannya. Cara penilaian keandalan SPIP yang diusulkan adalah penilaian dengan menggunakan beberapa langkah : Identifikasi pengendalian utama Pengujian pengendalian utama Evaluasi pengendalian utama
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang harga Rp. 8.000.000,- / Participant / Non Residential (Running dengan kuota minimal 3 peserta)