Semakin besar dan semakin berkembang suatu organisasi atau perusahaan, Semakin banyak pula jumlah karyawannya serta semakin banyak jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Sebaliknya, semakin kecil organisasi, semakin sedikit karyawannya dan jenis pekerjaannya Untuk itu dibutuhkan struktur organisasi yang mengatur pola formal kegiatan dari setiap jenis pekerjaan yang ada serta hubungannnya satu sama lain. Detail lengkap pekerjaan dari pekerjaan atau jabatan yang ada di strukur organisasi dijabarkan dalam bentuk uraian pekerjaan atau job description. Job description yang baik akan memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap jabatan yang ada dalam struktur organisasi. Job description sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih pekerjaan. Job description juga menjelaskan hubungan kerjaan antar jabatan yang ada dalam struktur organisasi. Training ini akan menguraikan teknik menyusun struktur organisasi yang tepat untuk perbankan dan cocok bagi perusahaan serta teknik penyusunan job description yang efektif sebagai pelengkap struktur organisasi. Untuk menerapkan manajemen risiko yang benar dan pas di sebuah bank, manajemen risiko dirancang sebagai rambu-rambu agar Visi dan Misi bank tersebut bisa tercapai. Terdapat 4 (empat) pilar:
PRINSIP DASAR PENYUSUNAN STRUKTUR ORGANISASI Manfaat struktur organisasi bagi perusahaan Falsafah dan prinsip dasar penyusunan struktur organisasi Hubungan struktur organisasi dan job description TEKNIK MENDESAIN STRUKTUR ORGANISASI Jenis dan bagan struktur organisasi Level dalam organisasi Pengertian span of control (rentangkendali) dalam struktur organsasi Teknik menyusun struktur organisasi yang cocok bagi perusahaan PROSES PENYUSUNAN JOB DESCRIPTION Analisisjabatan(jobanalysis) sebagai dasar utama pembuatan uraian pekerjaan (Job description) Proses pelaksanaan kegiatan analisis pekerjaan Mendesain formulir analisis jabatan TEKNIK PENULISAN JOB DESCRIPTION Manfaat Job description bagi perusahaan dan karyawan Istilah-istilah yang ada dalam job description Cara menyusun job description yang jelas dan efektif Penerapan Manajemen Risiko dan Four Eyes Principles. Dasar penerapan manajemen risiko adalah PBI No.5/8/PBI/2003, yang mengatur tata kelola delapan jenis risiko di bank, yaitu: a. Risiko Stratejik, b. Risiko Hukum, c. Risiko Kredit, d. Risiko Pasar, e. Risiko Likuiditas, f. Risiko Operasional, g. Risiko Kepatuhan, h. Risiko Reputasi. Fungsi manajemen risiko berada di seluruh tahapan operasional bank, di bawah pembinaan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko. Penerapan Four Eyes Principles yaitu prinsip dalam proses dan putusan kredit yang dilakukan oleh 2 (dua) orang Pejabat/Staf Pengelola Kredit, yang salah satu atau keduanya mempunyai kewenangan melakukan proses kredit dan putusan yang cukup. Penerapan four eyes principles, dapat dilakukan secara symetry atau asymmetry Symetry-bila analisis kredit dilakukan oleh Pejabat/Staf Pelaksana Kredit bidang RM (Relationship Management), kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis risiko oleh Pejabat/Staf Pelaksana Kredit bidang CRM (Credit Risk Management), yang memiliki kewenangan yang sama. Asymetry-bila analisis kredit dilakukan oleh Pejabat/Staf Pelaksana Kredit sebagai prakarsa, sekaligus sebagai perekomendasi, selanjutnya diputus oleh Pemimpin Cabang Pembantu/Pemimpin Cabang. Dalam hal ini kewenangan kedua Pejabat tersebut tidak sama. Latihan dan diskusi
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang