Memasuki tahun 2026, lanskap ancaman siber perbankan telah berevolusi menjadi serangan yang didorong oleh AI (AI-driven attacks) dan ransomware yang semakin destruktif. Pelatihan ini dirancang untuk menggeser paradigma dari sekadar pertahanan pasif menjadi ketahanan siber (Cyber Resilience) yang proaktif. Peserta akan dibekali dengan strategi komprehensif untuk membangun infrastruktur pertahanan berlapis yang mampu mendeteksi, merespons, dan memulihkan operasional bank secara cepat dari insiden siber yang tidak terduga, sehingga meminimalkan dampak kerugian finansial maupun reputasi.
Melalui pendekatan Zero Trust Architecture, pelatihan ini membedah bagaimana mengamankan ekosistem perbankan yang semakin terbuka akibat integrasi Open Banking dan Third-Party APIs. Fokus utama pelatihan adalah menyinkronkan antara kebijakan teknis dengan kepatuhan terhadap regulasi keamanan data terbaru. Dengan mensimulasikan berbagai skenario krisis, peserta akan dilatih untuk memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi ancaman siber masa depan, memastikan bahwa meskipun terjadi serangan, layanan perbankan tetap dapat berjalan (business continuity) tanpa mengorbankan integritas data nasabah.
Evolusi Ancaman & Strategi Pertahanan Modern
Respons Insiden, Pemulihan, dan Tata Kelola