Dengan perkembangan ekonomi yang semakin cepat, kompleks, dan terintegrasi dengan negara lain menyebabkan kondisi ekonomi akan sangat rentan untuk bergejolak. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap kualitas pembiayaan suatu bank. Kegagalan bank syariah dalam mengantisipasi risiko terutama risiko pembiayaan dapat menyebabkan kerugian cukup besar bagi bank. Oleh sebab itu, penting bagi suatu bank untuk dapat mengidentifikasi, mengukur, memonitor dan mengontrol tingkat risiko tersebut sehingga dapat mengurangi tingkat kerugian (loss) dan mengurangi credit cost.
Memahami konsep Manajamen Risiko secara umum dan Risiko pembiayaan secara khusus Mempelajari bagaimana bank mengelola Risiko pembiayaan (Kebijakan Risiko Pembiayaan, Metodologi Dan infrastruktur) Menguasai cara menghitung Risiko Pembiayaan (Credit Scoring, Migration Analysis, Credit Portfolio Model) Memahami bagaimana membangun model Stress Testing Melakukan Risk Assessment dan Mitigasi Risiko Pembiayaan Membuat Proyeksi Tingkat NPL di masa yang akan datang.
Mengapa Bank Memerlukan Manajemen Risiko Definisi Manajemen Risiko
Infrastruktur Metodologi Kebijakan Pembiayaan
Credit Scoring, Credit Migration, Credit Portfolio Model, Credit Exposure Model Parameter Risiko (PD, LGD dan EAD)
Jenis Faktor-faktor Risiko Bagaimana Membangun Stress Testing Model dan Menyikapi hasil Stress Testing tersebut Berapa Besar Dampaknya Terhadap Pencadangan Kerugian Pembiayaan (PPAP)?
Penilaian Risiko (Risk Assessment) Mitigasi Risiko
Menggunakan Faktor Makroekonomi Net Flow Analysis (Migration Rate) Vintage Analysis
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang