Ketidakpastian geopolitik global yang dipicu oleh konflik antarnegara dan kawasan, meningkatnya tensi politik regional, fragmentasi perdagangan internasional, kebijakan proteksionisme, perang dagang antarblok ekonomi, penerapan sanksi ekonomi lintas negara, serta perubahan arah kebijakan fiskal dan moneter di berbagai negara maju telah menciptakan tekanan yang kompleks dan berlapis terhadap stabilitas sistem keuangan global. Kondisi ini diperparah oleh respons kebijakan suku bunga yang agresif dari bank sentral utama dunia seperti Federal Reserve serta pengetatan maupun pelonggaran kebijakan moneter yang dinamis oleh European Central Bank, yang secara langsung memengaruhi pergerakan arus modal lintas negara, diferensial suku bunga, serta ekspektasi pasar terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dampaknya tercermin pada meningkatnya volatilitas nilai tukar mata uang utama maupun emerging markets, lonjakan permintaan lindung nilai, serta ketidakpastian arah tren jangka menengah. Bagi perbankan dan institusi keuangan, situasi ini menimbulkan tantangan signifikan dalam menjaga stabilitas posisi neraca, melindungi transaksi nasabah berbasis valuta asing, mengelola kewajiban pendanaan dalam mata uang asing, serta mengendalikan eksposur proprietary trading terhadap fluktuasi kurs yang bergerak cepat dan sering kali tidak terprediksi. Dari perspektif Divisi Treasury dan Global Markets, penggunaan instrumen derivatif seperti forward, swap, option, dan cross currency swap bukan lagi sekadar alat pelengkap, melainkan menjadi komponen strategis dalam kerangka manajemen risiko pasar yang terintegrasi. Strategi hedging yang efektif harus dirancang secara komprehensif dengan mempertimbangkan profil eksposur, horizon waktu, volatilitas pasar, serta korelasi antar instrumen keuangan. Selain itu, keputusan lindung nilai juga perlu memperhitungkan kedalaman dan likuiditas pasar, risiko kredit pihak lawan (counterparty risk), kebutuhan collateral dan pengaturan Credit Support Annex (CSA), ketentuan regulasi derivatif domestik maupun global, serta analisis efisiensi biaya antara pengeluaran premi atau swap cost dibandingkan potensi kerugian yang dapat diminimalkan. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual sekaligus meningkatkan kemampuan praktis peserta dalam melakukan analisis eksposur, memilih instrumen yang tepat, menghitung efektivitas hedging, serta merancang strategi lindung nilai FX dan derivatif yang adaptif, prudent, dan berorientasi pada optimalisasi kinerja keuangan di tengah volatilitas tinggi dan ketidakpastian geopolitik yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun 2026 dan seterusnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami dinamika pasar FX global dan dampak risiko geopolitik terhadap volatilitas nilai tukar. Mengidentifikasi berbagai jenis eksposur risiko valuta asing pada neraca bank. Menjelaskan karakteristik dan mekanisme instrumen derivatif FX. Menyusun strategi hedging yang sesuai dengan profil risiko dan kondisi pasar. Menganalisis biaya dan efektivitas strategi lindung nilai. Mengelola risiko counterparty dan aspek regulasi dalam transaksi derivatif.
Hari 1 – Fundamental FX & Instrumen Derivatif
Dampak geopolitik terhadap pasar keuangan global Kebijakan suku bunga dan capital flow dynamics Volatility index dan indikator tekanan pasar Korelasi antara FX, suku bunga, dan komoditas
Transaction exposure Translation exposure Economic exposure Net Open Position (NOP) management Dampak terhadap profitabilitas dan capital
FX Spot dan Forward FX Swap Currency Option (Call & Put) Cross Currency Swap Non-Deliverable Forward (NDF) Perbandingan karakteristik dan penggunaan
Konsep interest rate parity Forward points & swap points Premium option dan implied volatility Mark-to-market dan valuasi derivatif Hari 2 – Strategi Hedging & Manajemen Risiko
Natural hedging vs financial hedging Static vs dynamic hedging Layering strategy Hedging untuk funding luar negeri Hedging portofolio surat berharga valas
Hedging ratio Cost-benefit analysis Hedge accounting (overview PSAK/IFRS terkait) Dampak terhadap laporan keuangan
Counterparty credit risk Credit Support Annex (CSA) & collateral management Settlement risk & Herstatt risk Stress testing posisi FX Limit management & governance
Simulasi hedging eksposur USD funding Analisis strategi option saat volatilitas tinggi Diskusi kasus market shock akibat krisis geopolitik Penyusunan rekomendasi strategi hedging untuk bank peserta
Evaluasi kebijakan hedging bank saat ini Penyesuaian limit dan risk appetite Penguatan monitoring dan reporting system Best practices treasury regional
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang harga OFFLINE : Rp. 8.000.000,- / Participant / Non Residential / Offline Public Training / Running dengan kuota minimal 5 peserta ONLINE : Rp. 4.000.000,- / Participant / Online Public Training / Running dengan Kuota Minimal 3 peserta In House Training (Hubungi Kami untuk mendapatkan Harga Khusus)