Dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, perbankan dituntut untuk memiliki ketahanan keuangan yang kuat dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai jenis risiko. Salah satu pendekatan krusial dalam penguatan manajemen risiko keuangan adalah penerapan stress testing dan scenario analysis. Kedua metode ini berfungsi sebagai alat diagnostik dan prediktif untuk menguji ketahanan bank terhadap skenario ekstrem baik yang bersifat historis maupun hipotetik yang dapat berdampak signifikan terhadap modal, likuiditas, dan stabilitas institusi. Otoritas pengawas seperti OJK, Bank Indonesia, maupun lembaga internasional (Basel Committee, IMF) juga mewajibkan bank untuk menerapkan stress testing sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko dan perencanaan modal internal. Dengan begitu, stress testing bukan hanya kepatuhan regulasi, tetapi menjadi pilar strategis dalam pengambilan keputusan bisnis yang berkelanjutan. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis dan strategis tentang bagaimana merancang, menerapkan, dan mengevaluasi stress testing dan scenario analysis dalam konteks risiko keuangan. Peserta akan mempelajari metode identifikasi risiko utama (kredit, pasar, likuiditas), teknik penyusunan skenario stres (makroekonomi dan idiosinkratik), hingga pemanfaatan hasil stress test dalam penyusunan strategi manajemen risiko dan perencanaan modal. Pelatihan ini juga akan membahas integrasi stress testing ke dalam proses ICAAP (Internal Capital Adequacy Assessment Process), pengembangan model kuantitatif, serta tantangan praktis yang sering dihadapi dalam pelaksanaannya. Melalui studi kasus, latihan simulatif, dan diskusi interaktif, pelatihan ini diharapkan memperkuat peran fungsi manajemen risiko dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bank terhadap guncangan ekonomi yang tidak terduga.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami konsep, tujuan, dan manfaat stress testing dan scenario analysis dalam manajemen risiko keuangan. Mengidentifikasi jenis-jenis risiko yang dapat diuji melalui stress testing (kredit, pasar, likuiditas, operasional). Menyusun dan mengimplementasikan skenario stres makro dan mikro berdasarkan profil risiko bank. Menganalisis hasil stress testing untuk mendukung pengambilan keputusan dan penguatan permodalan. Mengintegrasikan stress testing ke dalam kerangka ICAAP, pelaporan manajemen, dan strategi mitigasi risiko.
Hari 1 – Konsep, Tujuan, dan Perancangan Stress Testing Pengenalan Stress Testing dan Scenario Analysis Definisi dan perbedaan antara stress testing dan scenario analysis Fungsi dan peran dalam kerangka manajemen risiko dan perencanaan modal Regulasi terkait (Basel III, POJK, ketentuan Bank Indonesia) Jenis Risiko dalam Stress Testing Risiko kredit: default massal, penurunan kualitas aset Risiko pasar: fluktuasi suku bunga, nilai tukar, harga pasar Risiko likuiditas: penarikan dana besar-besaran, akses pasar dana Risiko operasional dan reputasi Jenis dan Pendekatan Stress Testing Bottom-up vs. top-down approach Sensitivity analysis vs. scenario analysis Reverse stress testing dan penggunaannya dalam perencanaan darurat Perancangan Skenario Stres Identifikasi faktor ekonomi dan keuangan yang relevan Pengembangan skenario makroekonomi dan mikroekonomi ekstrem Menentukan asumsi dan parameter utama dalam simulasi risiko Hari 2 – Implementasi, Evaluasi, dan Integrasi Strategis Implementasi dan Proses Stress Testing Pengumpulan data dan pemodelan risiko Alat bantu dan sistem informasi yang digunakan Validasi dan dokumentasi proses stress testing Analisis dan Interpretasi Hasil Stress Test Evaluasi dampak terhadap modal dan likuiditas Identifikasi titik lemah dan potensi krisis sistemik Pelaporan hasil ke manajemen dan regulator Integrasi Stress Testing dalam ICAAP dan Perencanaan Modal Hubungan antara stress testing, ICAAP, dan Rencana Bisnis Bank Penggunaan hasil stress test dalam penentuan buffer modal Penyesuaian strategi manajemen risiko dan pembiayaan berdasarkan hasil Studi Kasus dan Simulasi Studi kasus kegagalan manajemen risiko akibat stres eksternal Simulasi penyusunan dan pelaksanaan stress test berdasarkan data fiktif Diskusi kelompok: tantangan dan solusi implementasi stress testing di bank
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang