Pelatihan "Risk Appetite & Risk Tolerance: Konsep dan Implementasi" dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai dua konsep fundamental dalam manajemen risiko yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis di institusi perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Risk appetite merupakan ukuran risiko yang bersedia diterima oleh organisasi dalam upaya mencapai tujuan bisnisnya, sedangkan risk tolerance adalah batasan risiko spesifik yang dapat ditanggung sebelum tindakan mitigasi diperlukan. Dalam lingkungan bisnis yang penuh ketidakpastian dan kompleksitas, pemahaman yang tepat terhadap kedua konsep ini menjadi krusial agar institusi dapat mengelola risiko secara efektif tanpa mengorbankan peluang pertumbuhan maupun stabilitas operasional. Pelatihan ini akan membekali peserta dengan teori, prinsip, dan praktik terbaik terkait penetapan, komunikasi, serta pengendalian risk appetite dan risk tolerance, termasuk bagaimana menyesuaikannya dengan strategi bisnis dan regulasi yang berlaku. Selama dua hari pelatihan, peserta akan diajak untuk memahami proses end-to-end dalam menyusun kerangka risk appetite dan risk tolerance yang tidak hanya bersifat formal tetapi juga terintegrasi secara menyeluruh ke dalam tata kelola risiko institusi. Materi pelatihan meliputi penjelasan mendalam mengenai metodologi penetapan risk appetite, pemetaan risk tolerance untuk berbagai jenis risiko, serta cara mengimplementasikan dan memonitor keduanya secara berkelanjutan. Selain itu, peserta juga akan belajar mengenai pentingnya komunikasi efektif antar pemangku kepentingan, pelaporan, serta peran teknologi dan data analytics dalam mendukung proses manajemen risiko yang responsif dan adaptif. Dengan pendekatan praktis yang diperkaya studi kasus, diskusi, dan simulasi, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta agar mampu menyusun kebijakan risk appetite dan risk tolerance yang sesuai dengan profil risiko dan target bisnis organisasi mereka, serta mampu mengantisipasi dinamika perubahan lingkungan bisnis dan regulasi secara proaktif.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami konsep dan perbedaan mendasar antara risk appetite dan risk tolerance dalam konteks manajemen risiko. Menguasai proses dan metodologi penetapan risk appetite dan risk tolerance yang efektif dan realistis sesuai profil risiko organisasi. Mampu mengintegrasikan risk appetite dan risk tolerance dalam kerangka Enterprise Risk Management (ERM) dan tata kelola risiko. Memahami teknik komunikasi, pelaporan, dan pemantauan risk appetite dan risk tolerance secara berkelanjutan. Meningkatkan kemampuan analitis dan pengambilan keputusan berdasarkan risk appetite dan risk tolerance melalui studi kasus dan simulasi.
Hari 1 – Konsep dan Kerangka Risk Appetite & Risk Tolerance Pengantar Risk Appetite dan Risk Tolerance Definisi dan konsep dasar risk appetite dan risk tolerance Perbedaan dan keterkaitan antara risk appetite dan risk tolerance Pentingnya kedua konsep dalam pengelolaan risiko dan pengambilan Keputusan Kerangka Regulasi dan Standar Terkait Risk Appetite Regulasi OJK dan standar internasional (Basel III, COSO) Peran risk appetite dalam tata kelola dan manajemen risiko bank Kewajiban pelaporan dan pengawasan terkait risk appetite Metodologi Penetapan Risk Appetite Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penetapan risk appetite Analisis profil risiko dan target bisnis organisasi Penentuan parameter dan indikator risk appetite Risk Tolerance: Batasan Risiko dan Parameter Pengukuran Kategori risiko dan penentuan batasan risk tolerance Teknik pemetaan dan pengukuran risk tolerance Penggunaan key risk indicators (KRIs) dan threshold risk Hari 2 – Implementasi, Monitoring, dan Pengendalian Integrasi Risk Appetite dan Risk Tolerance dalam ERM Penyelarasan risk appetite dengan strategi bisnis dan operasional Integrasi dalam proses manajemen risiko dan pengambilan keputusan Three Lines of Defense dan peran masing-masing dalam pengendalian risiko Komunikasi dan Pelaporan Risk Appetite dan Risk Tolerance Strategi komunikasi ke internal dan eksternal organisasi Penyusunan laporan risiko yang transparan dan informatif Peran teknologi dan data analytics dalam pelaporan dan monitoring Monitoring, Evaluasi, dan Penyesuaian Risk Appetite dan Risk Tolerance Teknik monitoring berkelanjutan dan early warning signals Evaluasi efektivitas dan penyesuaian risk appetite sesuai perubahan bisnis dan regulasi Pembelajaran dari studi kasus kegagalan manajemen risk appetite Studi Kasus dan Simulasi Implementasi Analisis kasus nyata implementasi risk appetite dan risk tolerance di bank Simulasi pengambilan keputusan berdasarkan skenario risiko Diskusi kelompok dan best practices
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang