Pengembangan Risk Appetite Framework dan Risk Governance

Pengembangan Risk Appetite Framework dan Risk Governance

Pengembangan Risk Appetite Framework dan Risk Governance

25 – 26 September 2025 Malang Hotel Ibis Style

Deskripsi

Dalam lanskap industri perbankan yang semakin kompleks, dinamis, dan penuh tekanan regulasi, penguatan manajemen risiko tidak hanya bergantung pada kemampuan mengidentifikasi dan mengukur risiko, tetapi juga pada kejelasan batas toleransi risiko yang dapat diterima oleh organisasi. Risk Appetite Framework (RAF) menjadi instrumen strategis yang mengarahkan bagaimana organisasi, khususnya bank, mengambil keputusan yang sejalan dengan profil risiko, tujuan bisnis, dan kapasitas permodalannya. Framework ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi menjadi fondasi bagi penerapan tata kelola risiko (risk governance) yang efektif, mulai dari peran dewan komisaris, direksi, komite risiko, hingga satuan kerja operasional. Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta memahami cara membangun, mengimplementasikan, dan mengintegrasikan RAF ke dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional, termasuk dalam pengembangan indikator kuantitatif (risk metrics), batasan risiko (risk limits), dan skenario toleransi risiko (risk tolerance) yang relevan dengan kondisi bank. Selain pengembangan RAF, pelatihan ini juga memperdalam aspek risk governance, yang mencakup struktur pengawasan risiko, peran dan tanggung jawab di tiga lini pertahanan (Three Lines of Defense), serta mekanisme pelaporan dan eskalasi risiko. Risiko tidak dapat dikendalikan secara efektif tanpa kejelasan struktur tata kelola yang mendukung transparansi, akuntabilitas, dan koordinasi antarunit. Dalam pelatihan ini, peserta juga akan belajar menghubungkan RAF dengan strategi bisnis bank, penyusunan Risk Appetite Statement (RAS), dan pengembangan Key Risk Indicators (KRI) untuk memantau eksposur terhadap batasan risiko yang telah ditetapkan. Studi kasus dan simulasi akan digunakan untuk melatih peserta menyusun RAS dan mengidentifikasi peran governance dalam pengendalian risiko strategis, operasional, pasar, kredit, dan likuiditas. Pelatihan ini sangat relevan bagi para profesional di divisi manajemen risiko, perencanaan strategis, kepatuhan, dan unit pengendalian internal yang terlibat langsung dalam desain maupun pengawasan manajemen risiko bank.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami konsep, struktur, dan komponen utama dalam Risk Appetite Framework (RAF) dan risk governance. Meningkatkan kemampuan dalam menyusun Risk Appetite Statement (RAS) yang terukur, realistis, dan selaras dengan strategi bisnis bank. Mengembangkan kerangka tata kelola risiko yang memperjelas peran dan tanggung jawab dalam pengambilan dan pengawasan risiko. Mengintegrasikan indikator risiko (KRI) dan limit risiko ke dalam RAF sebagai alat monitoring eksposur risiko. Mendorong penerapan RAF sebagai alat komunikasi risiko kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk manajemen puncak dan regulator.

Materi

Hari 1 – Pengantar dan Pengembangan Risk Appetite Framework (RAF) Konsep Dasar Risk Appetite Framework (RAF) Pengertian risk appetite, tolerance, capacity Hubungan RAF dengan strategi bisnis dan manajemen risiko Peran RAF dalam pengambilan keputusan risiko Penyusunan Risk Appetite Statement (RAS) Struktur dan komponen RAS Penentuan risk metrics dan limit kuantitatif Konsistensi RAS dengan profil risiko bank Integrasi RAF dengan Pilar Risiko Bank Risk appetite untuk risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, strategis Pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam mengukur appetite Studi kasus: penyesuaian appetite dalam kondisi pasar ekstrem Simulasi Penyusunan RAS Penyusunan draft RAS berdasarkan skenario risiko Diskusi kelompok: tantangan penerapan RAF di unit bisnis Hari 2 – Risk Governance dan Penguatan Implementasi Struktur dan Prinsip Tata Kelola Risiko (Risk Governance) Prinsip-prinsip good risk governance Tanggung jawab dewan komisaris, direksi, dan komite risiko Fungsi dan peran Three Lines of Defense dalam pengawasan risiko Monitoring dan Pelaporan Risiko Pengembangan Key Risk Indicators (KRI) dan early warning system Mekanisme pelaporan dan eskalasi risiko antar lini Evaluasi efektivitas pelaksanaan RAF melalui pelaporan risiko Penguatan Budaya Risiko dan Koordinasi Lintas Unit Peran RAF dalam membangun risk awareness dan budaya risiko Strategi internalisasi RAF ke dalam aktivitas operasional Komunikasi risiko ke stakeholders internal dan eksternal Simulasi Evaluasi Penerapan RAF & Governance Analisis kesesuaian antara RAS dan eksposur aktual Diskusi kasus: pelanggaran risk limit dan respon governance

Metode

Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test

Fasilitas

Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang

Kembali ke Layanan