Public trust dan social license to operate merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan industri perbankan di tengah dinamika perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang semakin cepat serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap perilaku dan tanggung jawab lembaga keuangan. Di era keterbukaan informasi dan media digital, kepercayaan publik terhadap bank tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan dan tingkat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga oleh konsistensi penerapan tata kelola perusahaan yang baik, integritas dalam pengambilan keputusan bisnis, kualitas layanan kepada nasabah, serta sensitivitas bank dalam merespons isu-isu sosial, lingkungan, dan kepentingan pemangku kepentingan yang lebih luas. Ketika kepercayaan publik terjaga, bank memperoleh legitimasi sosial yang memungkinkan operasional dan pertumbuhan bisnis berjalan secara berkelanjutan; sebaliknya, erosi kepercayaan publik dapat memicu risiko reputasi, tekanan regulator, penurunan loyalitas nasabah, hingga tantangan terhadap keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam mengenai konsep public trust dan social license to operate menjadi semakin krusial bagi insan perbankan, khususnya fungsi Corporate Secretary dan Humas yang berperan sebagai garda terdepan dalam komunikasi dan pengelolaan reputasi perusahaan. Melalui pendekatan yang terintegrasi antara tata kelola, etika bisnis, komunikasi publik, pengelolaan risiko reputasi, serta implementasi prinsip ESG, bank diharapkan mampu membangun hubungan yang saling percaya dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan perspektif strategis dan praktis agar mampu mengantisipasi potensi krisis kepercayaan, mengelola ekspektasi publik secara efektif, serta memperkuat social license to operate sebagai aset tidak berwujud yang bernilai strategis dalam menghadapi tantangan industri perbankan menuju tahun 2026 dan seterusnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep public trust dan social license to operate dalam konteks industri perbankan. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kepercayaan publik terhadap bank. Mengintegrasikan prinsip tata kelola, etika, dan ESG dalam strategi membangun kepercayaan publik. Mengelola risiko reputasi dan sosial yang berpotensi mengganggu keberlanjutan operasional bank. Merancang pendekatan komunikasi dan keterlibatan pemangku kepentingan yang berorientasi pada penguatan public trust.
Definisi dan evolusi konsep public trust Social license to operate dalam industri jasa keuangan Perbedaan legal license dan social license Relevansi SLO bagi keberlanjutan bank
Hubungan GCG dengan tingkat kepercayaan publik Etika bisnis perbankan dan perilaku organisasi Peran Direksi, Dewan Komisaris, dan manajemen dalam menjaga trust Budaya perusahaan sebagai fondasi kepercayaan
Transparansi, akuntabilitas, dan konsistensi kebijakan Kualitas layanan dan perlindungan konsumen Isu fraud, cyber incident, dan kegagalan sistem Dampak pemberitaan negatif dan media sosial
Keterkaitan ESG dengan public trust Dampak pembiayaan terhadap sosial dan lingkungan Avoiding greenwashing dan social washing Komunikasi keberlanjutan yang kredibel
Identifikasi dan pemetaan pemangku kepentingan utama Strategi keterlibatan masyarakat dan komunitas Manajemen ekspektasi publik dan konflik kepentingan Peran humas dan corsec dalam stakeholder engagement
Strategi komunikasi untuk membangun dan menjaga trust Konsistensi pesan dan narasi perusahaan Pengelolaan isu, keluhan publik, dan kritik sosial Komunikasi di era digital dan media sosial
Identifikasi tanda-tanda awal krisis kepercayaan Strategi respons terhadap krisis reputasi dan sosial Peran komunikasi dalam trust recovery Pembelajaran dari kasus kehilangan dan pemulihan SLO di perbankan
Divisi Corporate Communication
Divisi Corporate Secretary
Divisi Public Relations (Humas)
Divisi Corporate Governance
Divisi Compliance
Divisi Risk Management
Divisi ESG / Sustainability
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch