BPD Treasury Strategy: Mengoptimalkan 'Idle Fund' & Diversifikasi Pendapatan di Tengah Fluktuasi Dana Pemda

BPD Treasury Strategy: Mengoptimalkan 'Idle Fund' & Diversifikasi Pendapatan di Tengah Fluktuasi Dana Pemda

BPD Treasury Strategy: Mengoptimalkan 'Idle Fund' & Diversifikasi Pendapatan di Tengah Fluktuasi Dana Pemda

20-21 Mei 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Deskripsi

Bank Pembangunan Daerah (BPD) sering kali menghadapi tantangan unik berupa penumpukan dana yang tidak produktif (idle funds) serta ketergantungan yang sangat tinggi pada siklus anggaran Pemerintah Daerah. Kondisi ini sering kali membuat kinerja margin bunga bersih (NIM) menjadi tidak optimal karena dana hanya ditempatkan pada instrumen konvensional berimbal hasil rendah. Pelatihan ini dirancang sebagai solusi strategis bagi tim Treasury BPD untuk mengubah pola pikir dari sekadar "penjaga likuiditas" menjadi unit "penghasil laba" (profit center) dengan memanfaatkan instrumen pasar uang modern.

Selama dua hari, peserta akan dibekali dengan teknik pemanfaatan instrumen moneter terbaru seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), SVBI, serta mekanisme Repo untuk fleksibilitas likuiditas. Pelatihan ini akan membedah strategi diversifikasi portofolio agar BPD mampu memitigasi risiko konsentrasi dana Pemda dan tetap meraih imbal hasil (yield) yang kompetitif meskipun kondisi pasar sedang volatil. Dengan pendekatan praktis dan simulasi kebijakan ALCO, peserta diharapkan mampu mengelola aset bank secara lebih agresif namun tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian dan regulasi Bank Indonesia.

Tujuan

  • Optimalisasi Yield: Mampu mengidentifikasi dan mengeksekusi penempatan dana pada instrumen high-yield seperti SRBI dan obligasi korporasi pilihan.
  • Kemandirian Likuiditas: Mengurangi ketergantungan pada fluktuasi dana Pemda melalui strategi diversifikasi sumber pendanaan dan instrumen investasi.
  • Penguasaan Instrumen Baru: Memahami mekanisme transaksi Repo dan Reverse Repo sebagai alat manajemen likuiditas jangka pendek yang efisien
  • Strategi ALM yang Tangguh: Menyusun kebijakan Asset Liability Management (ALM) yang mampu merespons siklus pencairan anggaran daerah secara proaktif.

Materi

1. Diagnosa Likuiditas & Strategi Penempatan Dana Aktif

  • Analisis Pain Point BPD: Membedah dampak "Dana Menganggur" terhadap efisiensi modal dan rasio profitabilitas.
  • Siklus Dana Pemda: Teknik forecasting arus kas masuk dan keluar berdasarkan kalender anggaran daerah.
  • Deep Dive SRBI & SVBI: Mekanisme lelang, perhitungan imbal hasil, dan strategi perdagangan di pasar sekunder.
  • Strategi Investasi Surat Berharga: Memilih antara SBN, SBSN, atau Obligasi Korporasi untuk memperkuat Core Tax dan Yield.
  • Optimalisasi Penempatan Antar Bank: Teknik negosiasi dan pemilihan counterparty yang aman namun menguntungkan.

2. Diversifikasi, Repo, dan Pengambilan Keputusan Strategis

  • Mekanisme Transaksi Repo (Repurchase Agreement): Mengubah aset tidak cair (surat berharga) menjadi likuiditas instan tanpa kehilangan kepemilikan.
  • Diversifikasi Pendapatan (Fee-Based Income): Mengembangkan layanan valas dan wealth management untuk nasabah instansi daerah.
  • Mitigasi Risiko Konsentrasi: Strategi mengurangi ketergantungan pada DPK Pemda melalui pengembangan dana murah (CASA) ritel.
  • Simulasi ALCO (Asset Liability Committee): Praktek pengambilan keputusan penetapan suku bunga dan strategi investasi dalam kondisi likuiditas ketat maupun melimpah.
  • Compliance & Risk Management: Memastikan seluruh transaksi Treasury sesuai dengan PBI (Peraturan Bank Indonesia) dan standar audit terbaru.

Peserta

  • Divisi Treasury
  • Divisi Finance
  • Divisi Asset Liability Management (ALMA)
  • Divisi Business Development
  • Divisi Risk Management

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan