Bank Pembangunan Daerah (BPD) sering kali menghadapi tantangan unik berupa penumpukan dana yang tidak produktif (idle funds) serta ketergantungan yang sangat tinggi pada siklus anggaran Pemerintah Daerah. Kondisi ini sering kali membuat kinerja margin bunga bersih (NIM) menjadi tidak optimal karena dana hanya ditempatkan pada instrumen konvensional berimbal hasil rendah. Pelatihan ini dirancang sebagai solusi strategis bagi tim Treasury BPD untuk mengubah pola pikir dari sekadar "penjaga likuiditas" menjadi unit "penghasil laba" (profit center) dengan memanfaatkan instrumen pasar uang modern.
Selama dua hari, peserta akan dibekali dengan teknik pemanfaatan instrumen moneter terbaru seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), SVBI, serta mekanisme Repo untuk fleksibilitas likuiditas. Pelatihan ini akan membedah strategi diversifikasi portofolio agar BPD mampu memitigasi risiko konsentrasi dana Pemda dan tetap meraih imbal hasil (yield) yang kompetitif meskipun kondisi pasar sedang volatil. Dengan pendekatan praktis dan simulasi kebijakan ALCO, peserta diharapkan mampu mengelola aset bank secara lebih agresif namun tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian dan regulasi Bank Indonesia.
1. Diagnosa Likuiditas & Strategi Penempatan Dana Aktif
2. Diversifikasi, Repo, dan Pengambilan Keputusan Strategis