Aset Yang Diambil Alih (AYDA) merupakan konsekuensi dari penyelesaian kredit bermasalah ketika agunan debitur harus dieksekusi dan menjadi milik bank. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi, perlambatan sektor properti, serta meningkatnya tekanan likuiditas debitur hingga 2026, potensi peningkatan AYDA menjadi tantangan serius bagi industri perbankan. Pengelolaan AYDA yang tidak optimal dapat berdampak pada pembengkakan biaya pemeliharaan, penurunan nilai aset (impairment), risiko hukum, serta tekanan terhadap rasio profitabilitas dan permodalan bank. Oleh karena itu, manajemen AYDA tidak hanya berfokus pada penguasaan aset, tetapi juga pada strategi optimalisasi nilai (recovery value), percepatan disposal, serta kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip tata kelola yang baik. Pelatihan dua hari ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan AYDA secara efektif, prudent, dan sesuai ketentuan regulator. Peserta akan mempelajari aspek hukum pengambilalihan agunan, strategi valuasi dan pemasaran aset, manajemen risiko serta perlakuan akuntansi dan pelaporan. Selain itu, pelatihan ini juga membahas penguatan governance, pengendalian internal, dan integrasi pengelolaan AYDA dalam kerangka manajemen risiko serta strategi penurunan NPL/NPA secara berkelanjutan. Melalui studi kasus dan workshop, peserta akan menyusun kerangka pengelolaan AYDA yang aplikatif untuk periode 2026–2027.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
1. Konsep dan Kerangka Regulasi AYDA
Sub-Materi:
2. Risiko dalam Pengelolaan AYDA
Sub-Materi:
3. Valuasi dan Strategi Optimalisasi Nilai Aset
Sub-Materi:
4. Strategi Disposal dan Monetisasi AYDA
Sub-Materi:
5. Aspek Akuntansi, Pelaporan, dan Pengawasan
Sub-Materi:
6. Penguatan Governance dan Action Plan 2026–2027
Sub-Materi:
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch