Proses recovery kredit dan litigasi pada industri perbankan pada dasarnya merupakan proses yang kompleks dan sarat dengan potensi konflik, karena melibatkan kepentingan finansial, aspek hukum, serta dimensi emosional dari berbagai pihak yang terlibat. Dalam praktiknya, situasi berkonflik tinggi sering terjadi antara bank dan debitur, pemegang saham, penjamin (guarantor), maupun pihak ketiga lainnya yang memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan fasilitas pembiayaan yang bermasalah. Ketegangan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari penolakan terhadap skema restrukturisasi yang ditawarkan, pengajuan gugatan balik (counter claim), perlawanan terhadap eksekusi agunan melalui jalur hukum, hingga upaya membangun opini publik yang merugikan bank melalui media massa maupun media sosial. Dalam kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian hingga periode 2026–2027, tekanan terhadap arus kas debitur dan meningkatnya kredit bermasalah berpotensi memperbesar intensitas dan kompleksitas konflik tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan manajemen konflik yang komprehensif dan terintegrasi, yang tidak hanya bertumpu pada pendekatan hukum semata, tetapi juga mengedepankan komunikasi strategis, teknik negosiasi yang efektif, pengendalian emosi, serta mitigasi risiko reputasi dan risiko litigasi yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kinerja dan citra institusi perbankan. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk membekali peserta—terutama yang berasal dari Divisi Remedial, Recovery, Legal, dan Risk Management—dengan keterampilan praktis dan kerangka berpikir strategis dalam mengelola konflik secara profesional, objektif, dan terukur sepanjang proses penagihan, restrukturisasi, hingga tahap litigasi. Peserta akan diajak memahami dinamika psikologis yang sering melatarbelakangi perilaku debitur dalam situasi tekanan finansial, termasuk resistensi, defensif, maupun agresivitas yang dapat memperburuk proses negosiasi. Selain itu, pelatihan ini membahas secara mendalam teknik negosiasi berbasis kepentingan (interest-based negotiation), strategi komunikasi dalam situasi sensitif dan berisiko tinggi, serta metode pengendalian dan eskalasi sengketa agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang merugikan posisi hukum maupun kepentingan bisnis bank. Melalui pembahasan studi kasus nyata, diskusi interaktif, dan simulasi peran (role play), peserta akan mampu menyusun strategi penanganan konflik yang terstruktur dan adaptif, sehingga tercapai keseimbangan antara optimalisasi recovery, kepastian hukum, serta perlindungan reputasi dan tata kelola institusi.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami sumber dan dinamika konflik dalam proses recovery dan litigasi. Mengidentifikasi tipe-tipe konflik dan pendekatan penyelesaiannya. Menguasai teknik komunikasi dan negosiasi dalam situasi berisiko tinggi. Mengelola eskalasi konflik agar tidak berdampak pada risiko hukum dan reputasi. Mengintegrasikan manajemen konflik dalam strategi recovery dan litigasi. Menyusun langkah mitigasi konflik untuk mendukung pencapaian target recovery.
Sub-Materi: Karakteristik konflik dalam kredit bermasalah Sumber konflik: finansial, emosional, hukum, dan reputasi Analisis kepentingan (interest vs position) Pemetaan stakeholder dalam proses recovery Studi kasus konflik pada restrukturisasi dan eksekusi agunan
Sub-Materi: Komunikasi asertif dan persuasif Teknik mendengarkan aktif (active listening) Mengelola emosi dalam pertemuan negosiasi Teknik meredam resistensi debitur Komunikasi tertulis yang strategis (somasi, pemberitahuan hukum)
Sub-Materi: Prinsip negosiasi berbasis kepentingan BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) Strategi win-win vs win-lose Menghadapi debitur yang tidak kooperatif Simulasi negosiasi restrukturisasi kredit bermasalah
Sub-Materi: Eskalasi konflik menuju jalur hukum Strategi litigasi vs alternatif penyelesaian sengketa Mediasi dan arbitrase sebagai opsi penyelesaian Koordinasi antara Divisi Recovery dan Legal Mengelola konflik multipihak (kredit sindikasi/penjamin)
Sub-Materi: Risiko reputasi akibat konflik terbuka Strategi komunikasi eksternal dan internal Pengelolaan sengketa yang viral di media Prinsip kehati-hatian dalam tindakan penagihan Dokumentasi konflik untuk kepentingan audit dan regulator
Sub-Materi: Penyusunan SOP penanganan konflik recovery Early warning signal konflik Penetapan batas eskalasi dan otorisasi Integrasi manajemen konflik dalam kebijakan recovery Workshop: penyusunan action plan manajemen konflik 2026–2027
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang harga OFFLINE : Rp. 8.000.000,- / Participant / Non Residential / Offline Public Training / Running dengan kuota minimal 5 peserta ONLINE : Rp. 4.000.000,- / Participant / Online Public Training / Running dengan Kuota Minimal 3 peserta In House Training (Hubungi Kami untuk mendapatkan Harga Khusus)