Pelatihan ini disusun untuk meningkatkan kompetensi profesional perbankan dalam menyusun, mengelola, dan menyampaikan pelaporan kepatuhan yang akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan dari otoritas pengawas utama seperti OJK, Bank Indonesia, dan PPATK. Dalam ekosistem perbankan yang diawasi secara ketat dan dinamis, kemampuan institusi keuangan untuk menjalin komunikasi yang efektif dengan regulator menjadi faktor krusial, tidak hanya untuk menjaga reputasi, tetapi juga untuk meminimalkan risiko hukum dan sanksi administratif. Pelaporan kepatuhan bukan sekadar kewajiban formal, melainkan cerminan tata kelola, transparansi, serta komitmen bank terhadap prinsip kehati-hatian dan integritas. Oleh karena itu, pelatihan ini menekankan pentingnya ketepatan konten, konsistensi data, pemahaman konteks regulasi, serta cara menjalin hubungan kerja yang konstruktif dengan pihak regulator. Selama dua hari pelatihan, peserta akan mempelajari secara menyeluruh kerangka regulasi pelaporan kepatuhan, format dan jenis laporan wajib, serta metode komunikasi yang efektif dengan pihak pengawas. Hari pertama akan fokus pada aspek teknis pelaporan kepada OJK dan Bank Indonesia, termasuk sistem pelaporan berkala seperti Laporan Kepatuhan Triwulanan, Laporan Penerapan Manajemen Risiko, serta Laporan Kegiatan Usaha. Hari kedua akan membahas aspek pelaporan kepada PPATK, seperti Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM), Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT), dan pelaksanaan program APU PPT. Selain itu, peserta juga akan diberikan teknik membangun hubungan regulator yang berbasis kepercayaan dan profesionalisme, termasuk penanganan permintaan klarifikasi dan audit dari otoritas. Pelatihan ini dilengkapi studi kasus dan simulasi untuk memperkuat kemampuan praktis peserta dalam mengelola pelaporan dan koordinasi lintas fungsi internal secara efektif.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami kewajiban pelaporan kepada OJK, BI, dan PPATK sesuai regulasi yang berlaku. Menyusun laporan kepatuhan secara akurat, tepat waktu, dan sesuai format standar. Mengelola proses pelaporan secara efektif lintas fungsi dan sistem. Menjalin komunikasi yang profesional dan proaktif dengan regulator. Mengelola respons terhadap permintaan klarifikasi, inspeksi, atau audit dari pihak pengawas. Memahami sanksi dan risiko hukum akibat kesalahan pelaporan atau kegagalan kepatuhan. Membangun pendekatan strategis dalam menjalin hubungan jangka panjang dengan otoritas.
Hari Pertama – Pelaporan Kepatuhan kepada OJK dan BI Kerangka Regulasi Pelaporan di Industri Perbankan Peraturan OJK dan BI terkait pelaporan kepatuhan Tujuan, jenis, dan frekuensi pelaporan Prinsip ketepatan dan keterandalan data laporan Penyusunan Laporan Kepatuhan kepada OJK Laporan kepatuhan triwulanan dan tahunan Laporan kegiatan usaha dan kepatuhan terhadap GCG Format dan sistem pelaporan elektronik OJK (e-reporting) Pelaporan kepada Bank Indonesia Laporan posisi devisa, kegiatan valas, dan likuiditas Sistem pelaporan BI-Fast dan regulasi pendukung Penanganan error dan koreksi laporan ke BI Strategi Koordinasi Lintas Fungsi dalam Pelaporan Prosedur internal pengumpulan data dan verifikasi Peran compliance, legal, dan lini bisnis Penggunaan tools dan sistem integrasi pelaporan Hari Kedua – Pelaporan kepada PPATK dan Hubungan dengan Regulator Pelaporan APU PPT kepada PPATK Ketentuan UU No. 8 Tahun 2010 dan regulasi pelaksana Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) dan Laporan Transaksi Pembatalan Teknik Penyusunan dan Pengiriman Laporan APU PPT Format pelaporan melalui GRIPS (PPATK) Prosedur identifikasi dan analisis transaksi mencurigakan Studi kasus pelaporan dan penyimpangan umum Membangun Hubungan yang Efektif dengan Regulator Prinsip komunikasi strategis dan responsif Penanganan permintaan klarifikasi, inspeksi, dan audit Peran compliance sebagai penghubung institusi dan otoritas Simulasi dan Studi Kasus Pelaporan dan Hubungan Regulator Simulasi penanganan permintaan dari OJK/BI/PPATK Latihan penyusunan laporan yang akurat dan naratif Evaluasi kesalahan umum dan langkah mitigasinya
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang