Memasuki periode 2026–2030, industri pembayaran digital global mengalami transformasi yang sangat cepat dan disruptif, didorong oleh perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya kompetisi antar pelaku industri. Sistem pembayaran tidak lagi sekadar alat transaksi, tetapi telah berkembang menjadi platform strategis yang menghubungkan ekosistem keuangan, perdagangan, dan gaya hidup digital.
Pertumbuhan pesat digital wallet, real-time payments (RTP), embedded finance, serta open banking telah mengubah cara individu dan bisnis bertransaksi. Di sisi lain, kemunculan pemain baru seperti fintech dan big tech mendorong terjadinya pergeseran lanskap kompetisi dari model tradisional berbasis produk menjadi model berbasis ekosistem dan customer experience.
Dalam konteks ini, institusi keuangan, khususnya perbankan, dituntut untuk tidak hanya beradaptasi tetapi juga mampu mengantisipasi arah perkembangan industri. Organisasi perlu memahami bagaimana tren teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), blockchain, API economy, dan cloud computing akan membentuk masa depan sistem pembayaran yang lebih real-time, terintegrasi, dan berbasis data.
Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam aspek keamanan siber dan fraud. Evolusi ancaman seperti account takeover, social engineering, hingga AI-powered fraud menjadikan keamanan sebagai faktor krusial dalam menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu, pendekatan keamanan harus bertransformasi dari sekadar proteksi menjadi proactive, adaptive, dan intelligence-driven security.
Selain itu, dinamika regulasi juga terus berkembang mengikuti inovasi yang ada. Implementasi open banking, digital identity, serta Central Bank Digital Currency (CBDC) menuntut kesiapan organisasi dalam memastikan kepatuhan sekaligus tetap inovatif dalam menghadirkan layanan.
Transformasi sistem pembayaran digital memasuki fase baru yang lebih matang, terintegrasi, dan berbasis data. Periode 2026–2030 diproyeksikan sebagai era “intelligent, real-time, and embedded payments”, di mana teknologi seperti AI, open banking, digital wallet. Pelatihan ini sangat relevan bagi organisasi yang ingin menjadikan sistem pembayaran sebagai growth driver, bukan sekadar fungsi operasional, serta mampu menghadapi tantangan keamanan dan kompetisi di masa depan dengan lebih percaya diri dan terstruktur.
Divisi Payment System / Layanan Pembayaran
Divisi Digital Banking
Divisi Keamanan Informasi (Information Security / Cyber Security)
Divisi Teknologi Informasi (IT)
Divisi Perencanaan Strategis
Divisi Inovasi / Pengembangan Produk
Divisi Manajemen Risiko
Divisi Kepatuhan (Compliance)
Divisi Data & Business Intelligence
Divisi Treasury / Settlement Operations
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch