Di era perbankan 5.0, reputasi bank konvensional tidak lagi hanya ditentukan oleh layanan di kantor cabang, melainkan oleh persepsi yang terbentuk di ranah digital. Pelatihan ini dirancang untuk mentransformasi fungsi humas tradisional menjadi Digital PR yang proaktif, mampu mengelola narasi positif, serta menjaga kredibilitas institusi di tengah arus informasi yang instan. Peserta akan dibekali keahlian dalam mengelola aset digital bank secara strategis, membangun hubungan dengan key opinion leaders, serta memastikan setiap pesan komunikasi selaras dengan identitas korporat bank.
Fokus utama lainnya adalah penguasaan Social Media Monitoring sebagai sistem peringatan dini (early warning system). Peserta akan mempelajari cara menggunakan perangkat berbasis AI untuk memantau pembicaraan publik, menganalisis sentimen nasabah secara real-time, dan membedakan antara keluhan organik dengan serangan siber/kampanye hitam. Dengan kemampuan ini, praktisi Humas Bank dapat mengambil keputusan berbasis data (data-driven) untuk merespons isu sebelum berkembang menjadi krisis reputasi yang luas, sekaligus memanfaatkannya sebagai peluang untuk meningkatkan loyalitas nasabah.