Industri perbankan digital pada tahun 2026 menghadapi lanskap risiko yang tidak hanya semakin kompleks dan dinamis, tetapi juga ditandai oleh tingkat ketidakpastian yang tinggi serta perubahan yang berlangsung sangat cepat akibat akselerasi transformasi digital dan inovasi teknologi yang disruptif. Perkembangan pesat teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, open banking, embedded finance, hingga digital assets telah mendorong terciptanya model bisnis baru yang lebih efisien dan inklusif, namun di sisi lain juga memunculkan spektrum risiko baru yang belum sepenuhnya teridentifikasi, terukur, maupun terkelola secara optimal dalam kerangka manajemen risiko konvensional yang cenderung bersifat statis dan historis. Selain faktor internal, tekanan eksternal seperti ketidakpastian geopolitik global, volatilitas ekonomi makro, perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya terhadap sektor keuangan, serta dinamika dan kompleksitas regulasi lintas yurisdiksi turut memperbesar eksposur terhadap emerging risks yang bersifat saling terhubung (interconnected), berpotensi menimbulkan efek berantai (cascading effect), dan berdampak sistemik terhadap stabilitas perbankan. Dalam situasi ini, organisasi perbankan tidak lagi cukup hanya mengandalkan pendekatan reaktif berbasis kejadian masa lalu, melainkan dituntut untuk mengembangkan kapabilitas yang lebih proaktif, forward-looking, dan adaptif dalam mengidentifikasi sinyal awal risiko, melakukan pengukuran yang lebih prediktif, serta merespons secara strategis terhadap berbagai potensi risiko masa depan yang terus berkembang.
Pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk membekali peserta dengan pendekatan strategis yang terstruktur serta berbagai tools praktis yang relevan dalam membangun suatu “risk radar” yang efektif dan berkelanjutan, sehingga organisasi mampu mendeteksi, memantau, dan mengantisipasi emerging risks secara lebih sistematis dan terintegrasi. Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari bagaimana menggabungkan berbagai metodologi seperti horizon scanning, environmental scanning, scenario analysis, serta pemanfaatan data analytics dan teknologi digital untuk memperkuat kemampuan risk sensing dalam organisasi. Selain itu, peserta juga akan diajak untuk memahami pentingnya penguatan risk culture sebagai fondasi utama dalam memastikan bahwa kesadaran risiko tertanam di seluruh lini organisasi dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan sehari-hari. Melalui kombinasi antara pemaparan konsep teoritis yang mendalam, studi kasus dari praktik terbaik industri perbankan global, serta diskusi interaktif yang mendorong pertukaran pengalaman antar peserta, pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta menghubungkan secara langsung antara emerging risks dengan strategi bisnis dan operasional organisasi, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan (resilience), kelincahan (agility), serta daya saing institusi perbankan dalam menghadapi tantangan di era perbankan digital yang terus berkembang.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Hari 1: Fundamental & Identifikasi Emerging Risks
1. Tren Global & Lanskap Risiko Perbankan Digital 2026
2. Konsep Emerging Risks & Risk Interconnectivity
3. Kategori Emerging Risks di Perbankan Digital
4. Metode Identifikasi Emerging Risks
Hari 2: Pengembangan Risk Radar & Implementasi
5. Membangun Future Risk Radar Framework
6. Pemanfaatan Data & Teknologi dalam Risk Sensing
7. Integrasi Emerging Risks ke dalam ERM & Strategi Bisnis
8. Studi Kasus & Simulasi