Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh volatilitas pasar keuangan, tekanan inflasi, fluktuasi nilai tukar, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta dinamika geopolitik telah meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) pada industri perbankan syariah. Dalam konteks tersebut, kemampuan bank untuk mendeteksi potensi penurunan kualitas pembiayaan sejak dini menjadi krusial guna menjaga stabilitas portofolio, likuiditas, dan profitabilitas. Early Warning System (EWS) bukan sekadar alat monitoring berbasis rasio keuangan, tetapi merupakan kerangka terintegrasi yang menggabungkan analisis kuantitatif, indikator perilaku nasabah, tren sektor industri, hingga pendekatan makroekonomi untuk mengidentifikasi risiko secara proaktif sebelum pembiayaan masuk kategori bermasalah. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem peringatan dini pembiayaan bermasalah yang selaras dengan prinsip manajemen risiko dan ketentuan syariah. Peserta akan memahami bagaimana karakteristik akad syariah—seperti murabahah, musyarakah, mudharabah, dan ijarah—memengaruhi pola risiko serta strategi mitigasinya. Selain itu, pelatihan ini juga membahas integrasi EWS dengan risk management framework, stress testing, dan strategi restrukturisasi pembiayaan secara prudent dan sesuai prinsip syariah. Dengan pendekatan berbasis studi kasus dan analisis skenario, pelatihan ini bertujuan membantu bank syariah memperkuat ketahanan portofolio menghadapi tantangan ekonomi hingga 2026.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu: Memahami konsep dan urgensi Early Warning System (EWS) dalam pengelolaan risiko pembiayaan syariah. Mengidentifikasi indikator awal potensi pembiayaan bermasalah pada berbagai jenis akad. Menganalisis pengaruh kondisi makroekonomi terhadap kualitas portofolio pembiayaan. Menyusun parameter dan model EWS berbasis data kuantitatif dan kualitatif. Mengintegrasikan EWS dengan kebijakan manajemen risiko dan tata kelola bank syariah. Merumuskan strategi mitigasi dan restrukturisasi pembiayaan sesuai prinsip syariah.
Sub-Materi: Tren ekonomi global dan dampaknya terhadap sektor riil Pengaruh inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap pembiayaan syariah Karakteristik risiko pada bank syariah vs bank konvensional Perkembangan rasio NPF dan faktor penyebab utama Tantangan manajemen risiko menuju 2026
Sub-Materi: Definisi dan tujuan EWS dalam perbankan Komponen utama EWS (data, indikator, threshold, monitoring) Leading indicators vs lagging indicators Integrasi EWS dengan risk appetite dan risk tolerance Sistem pelaporan dan eskalasi risiko
Sub-Materi: Indikator risiko pada akad murabahah Risiko pembiayaan berbasis bagi hasil (musyarakah & mudharabah) Risiko pada akad ijarah dan pembiayaan multiguna Behavioral scoring dan monitoring cash flow nasabah Analisis sektor industri dan sensitivitas terhadap krisis Studi kasus identifikasi potensi NPF
Sub-Materi: Penyusunan skenario stress testing pembiayaan Model proyeksi penurunan kualitas aset Penetapan trigger action dan action plan Koordinasi antara risk management, bisnis, dan collection Peran Dewan Pengawas Syariah dalam kebijakan mitigasi risiko
Sub-Materi: Prinsip restrukturisasi sesuai syariah Rescheduling, restructuring, dan reconditioning dalam pembiayaan syariah Pendekatan win-win solution berbasis maqashid syariah Penguatan monitoring pasca restrukturisasi Diskusi kelompok: perancangan model EWS untuk portofolio institusi masing-masing
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang harga OFFLINE : Rp. 8.000.000,- / Participant / Non Residential / Offline Public Training / Running dengan kuota minimal 5 peserta ONLINE : Rp. 4.000.000,- / Participant / Online Public Training / Running dengan Kuota Minimal 3 peserta In House Training (Hubungi Kami untuk mendapatkan Harga Khusus)