Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep risk appetite bank serta bagaimana fungsi audit internal dapat diintegrasikan secara efektif dengan kerangka manajemen risiko yang telah ditetapkan oleh manajemen dan Board. Dalam lingkungan perbankan yang semakin kompleks dan dinamis, risk appetite menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan strategis, pengelolaan risiko, serta penetapan batasan risiko yang dapat diterima oleh bank. Oleh karena itu, fungsi audit internal dituntut untuk tidak hanya berfokus pada kepatuhan dan pengendalian, tetapi juga mampu menilai apakah aktivitas, proses, dan pengendalian bank telah berjalan selaras dengan risk appetite yang ditetapkan. Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami peran strategis audit dalam memberikan assurance dan insight atas efektivitas penerapan risk appetite di seluruh lini organisasi. Selain pemahaman konseptual, pelatihan ini juga menekankan aspek praktis dalam mengintegrasikan risk appetite ke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan audit berbasis risiko. Peserta akan dibekali dengan pemahaman mengenai bagaimana menerjemahkan risk appetite statement ke dalam parameter audit yang terukur, memetakan risk appetite terhadap risk universe dan audit universe, serta mengevaluasi tingkat eksposur risiko aktual dibandingkan dengan batasan risiko yang telah ditetapkan. Dengan pendekatan berbasis studi kasus dan praktik terbaik, pelatihan ini diharapkan dapat membantu peserta dalam menyusun audit plan yang lebih fokus pada area berisiko tinggi, meningkatkan kualitas temuan audit, serta memberikan rekomendasi yang relevan dan bernilai tambah bagi manajemen dan Board dalam rangka memperkuat tata kelola dan ketahanan risiko bank.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami konsep dan peran risk appetite dalam perbankan. Menjelaskan hubungan antara risk appetite, manajemen risiko, dan audit internal. Mengintegrasikan risk appetite ke dalam perencanaan audit berbasis risiko. Mengevaluasi keselarasan eksposur risiko dengan risk appetite bank. Menyusun temuan dan rekomendasi audit yang selaras dengan risk appetite.
Pengertian dan tujuan risk appetite Risk appetite vs risk tolerance Peran Board dan manajemen dalam penetapan risk appetite Risk appetite dalam konteks strategi bank
Hubungan risk appetite dengan ERM Risk appetite statement dan cascading ke unit kerja Penggunaan indikator risiko (KRI) Monitoring dan pelaporan risk appetite
Mandat audit internal terkait risk appetite Assurance dan advisory role audit Batasan independensi audit Sinergi audit dengan manajemen risiko dan kepatuhan
Pemetaan risk appetite ke risk universe Penentuan prioritas audit berbasis risk appetite Penyesuaian ruang lingkup audit Penetapan fokus dan kedalaman pengujian
Analisis eksposur risiko aktual Perbandingan dengan batasan risk appetite Identifikasi area over-risk dan emerging risk Dampak terhadap pengendalian dan proses bisnis
Pemanfaatan KRI dan data risiko Integrasi data risiko dalam prosedur audit Monitoring tren dan threshold risiko Dukungan audit berkelanjutan
Penyajian temuan dalam konteks risk appetite Penilaian dampak strategis dan materialitas Penyusunan rekomendasi yang selaras dengan risk appetite Komunikasi temuan kepada manajemen dan Board
Simulasi integrasi risk appetite dalam audit plan Analisis kasus ketidaksesuaian risk appetite Diskusi praktik terbaik Pembelajaran dan peningkatan berkelanjutan
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang