Audit Efektivitas Risk Appetite Framework (RAF) dan Risk Tolerance

Audit Efektivitas Risk Appetite Framework (RAF) dan Risk Tolerance

Audit Efektivitas Risk Appetite Framework (RAF) dan Risk Tolerance

18 – 19 Agustus 2025 Surabaya Hotel Santika Pandegiling

Deskripsi

Pelatihan “Audit Efektivitas Risk Appetite Framework (RAF) dan Risk Tolerance” dirancang untuk meningkatkan kompetensi auditor internal dan profesional pengawasan risiko dalam mengevaluasi implementasi dan efektivitas kerangka kerja Risk Appetite Framework (RAF) dan parameter Risk Tolerance di lembaga keuangan, khususnya perbankan. Dalam era penguatan tata kelola risiko, RAF menjadi komponen strategis yang mengarahkan eksposur risiko sesuai dengan kapasitas, tujuan bisnis, dan ketahanan modal institusi. Namun, tantangan utama yang dihadapi organisasi adalah memastikan bahwa RAF tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten, terukur, dan terintegrasi dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Oleh karena itu, peran audit internal sangat krusial dalam memastikan bahwa desain, penerapan, dan pemantauan RAF telah memenuhi prinsip-prinsip efektivitas, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Selama dua hari pelatihan, peserta akan dibekali pemahaman mendalam mengenai konsep RAF dan Risk Tolerance, indikator kunci risiko (KRIs), linkage ke strategi bisnis dan manajemen risiko, serta pendekatan audit yang dapat digunakan untuk menguji efektivitasnya. Materi akan mengulas bagaimana RAF diturunkan ke level operasional, digunakan dalam menetapkan limit risiko, serta dimonitor secara berkala oleh unit risiko dan dilaporkan ke manajemen senior maupun regulator. Pelatihan juga akan membahas standar internasional seperti Basel III, COSO ERM, serta regulasi OJK/BI yang mengharuskan integrasi RAF dalam sistem pengendalian intern bank. Peserta akan dilatih untuk menyusun program audit RAF, mengidentifikasi gap antara risk appetite dan realisasi risiko, serta menyusun temuan dan rekomendasi yang mendukung penguatan tata kelola risiko secara menyeluruh.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep dan tujuan Risk Appetite Framework (RAF) dan Risk Tolerance dalam konteks manajemen risiko korporasi. Meningkatkan kemampuan auditor dalam mengevaluasi desain, implementasi, dan efektivitas RAF di seluruh jenjang organisasi. Membekali peserta dengan pendekatan audit berbasis risiko terhadap pengukuran, pemantauan, dan pelaporan risk appetite. Menyelaraskan praktik audit RAF dengan ketentuan regulator (POJK/SEOJK) serta standar tata kelola risiko internasional. Mendorong peserta menyusun rekomendasi audit yang konstruktif dan mendukung integrasi RAF dalam proses bisnis.

Materi

Hari 1 – Konsep Risk Appetite Framework dan Aspek Audit Dasar Pengenalan Risk Appetite Framework (RAF) dan Risk Tolerance Definisi, tujuan, dan ruang lingkup RAF Perbedaan risk capacity, risk appetite, dan risk tolerance Peran RAF dalam kerangka manajemen risiko dan strategi perusahaan Komponen Utama Risk Appetite Framework Key Risk Indicators (KRIs) dan metrics RAF Integrasi RAF ke dalam strategi dan perencanaan bisnis Hierarki penerapan: dari Dewan Komisaris hingga unit bisnis Regulasi dan Standar Internasional Terkait RAF Ketentuan OJK, POJK No. 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Prinsip Basel III terkait risk governance Relevansi COSO ERM dan ISO 31000 Audit terhadap Desain dan Tata Kelola RAF Evaluasi perumusan risk appetite statement Peran Komite Risiko dan Direksi dalam pengawasan RAF Audit terhadap dokumentasi, kebijakan, dan SOP terkait RAF Hari 2 – Evaluasi Efektivitas Implementasi dan Monitoring RAF Audit Implementasi dan Diseminasi Risk Appetite Penerjemahan RAF ke dalam kebijakan limit risiko operasional Audit keterkaitan RAF dengan proses kredit, investasi, dan likuiditas Kesesuaian antara exposure aktual dengan risk tolerance Audit Pemantauan dan Pelaporan RAF Penggunaan dashboard risiko dan pelaporan kepada manajemen Validasi konsistensi data, analisis deviasi, dan tindakan korektif Studi kasus pelaporan RAF yang efektif Audit Keterkaitan RAF dengan Pengambilan Keputusan Strategis Evaluasi peran RAF dalam proses persetujuan inisiatif bisnis Analisis gap antara risk appetite dan keputusan real Audit terhadap justifikasi dan mitigasi atas pelampauan batas risiko Simulasi Program Audit RAF dan Penyusunan Rekomendasi Penyusunan langkah-langkah audit RAF Studi kasus audit RAF: temuan, akar masalah, dan rekomendasi Best practice dan kesalahan umum dalam audit RAF

Metode

Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test

Fasilitas

Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang

Kembali ke Layanan