Pelatihan Culture & Social Mapping for Mikro Business & UMKM dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya pemetaan budaya dan sosial sebagai fondasi dalam pengembangan, pendampingan, serta penguatan keberlanjutan usaha mikro dan UMKM di berbagai konteks wilayah dan komunitas. Setiap pelaku usaha mikro dan UMKM beroperasi dalam lingkungan sosial dan budaya yang unik, yang memengaruhi cara berbisnis, pengambilan keputusan, pola kerja, relasi dengan pelanggan, serta penerimaan terhadap perubahan dan inovasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal, struktur sosial masyarakat, jejaring komunitas, serta dinamika sosial-ekonomi menjadi faktor kunci dalam merancang strategi pengembangan usaha, program pembiayaan, pendampingan, maupun intervensi kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pelatihan ini juga menekankan pendekatan praktis dan aplikatif dalam melakukan culture dan social mapping untuk mendukung pengembangan mikro bisnis dan UMKM. Peserta akan dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial-budaya pelaku usaha, pola interaksi dalam komunitas, peran tokoh kunci, serta faktor sosial yang dapat menjadi pendorong maupun penghambat pertumbuhan usaha. Selain itu, pelatihan ini membahas bagaimana hasil pemetaan budaya dan sosial dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang strategi pemasaran, model bisnis, pendampingan usaha, penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara pelaku usaha, komunitas lokal, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami konsep dasar culture mapping dan social mapping dalam konteks mikro bisnis dan UMKM. Mengidentifikasi karakteristik budaya, nilai sosial, dan struktur komunitas yang memengaruhi perilaku usaha mikro dan UMKM. Melakukan pemetaan sosial dan budaya secara sistematis sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis dan pendampingan usaha. Mengintegrasikan hasil culture dan social mapping ke dalam strategi pengembangan usaha, pemasaran, dan pemberdayaan UMKM. Mendorong pendekatan pengembangan UMKM yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Pengertian dan ruang lingkup culture mapping dan social mapping Peran budaya dan sosial dalam pengembangan mikro bisnis dan UMKM Hubungan antara nilai budaya, perilaku usaha, dan kinerja bisnis Tantangan pengembangan UMKM tanpa pemahaman konteks sosial-budaya
Nilai, norma, dan kepercayaan lokal dalam aktivitas usaha Struktur sosial komunitas dan jejaring usaha Peran keluarga, kelompok, dan tokoh lokal dalam pengambilan keputusan usaha Pola komunikasi dan interaksi sosial pelaku UMKM
Teknik pengumpulan data sosial dan budaya (observasi, wawancara, FGD) Pemetaan aktor kunci dan pemangku kepentingan lokal Analisis hubungan sosial dan jejaring komunitas Identifikasi potensi, peluang, dan risiko sosial-budaya
Integrasi hasil pemetaan dalam strategi pengembangan usaha Penyesuaian model bisnis dan strategi pemasaran berbasis budaya lokal Pendekatan pendampingan UMKM yang kontekstual dan partisipatif Penguatan kepercayaan dan relasi antara pelaku usaha dan komunitas
Pemanfaatan mapping untuk program pembiayaan dan inklusi keuangan Mitigasi risiko sosial dalam pendampingan dan pembiayaan UMKM Kolaborasi antara UMKM, komunitas, lembaga keuangan, dan pemerintah Praktik baik dan studi kasus pengembangan UMKM berbasis sosial-budaya
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang