Di era perbankan digital yang sangat kompetitif dan diawasi ketat oleh regulator, pengelolaan risiko kredit tidak lagi dapat mengandalkan intuisi atau metode konvensional semata. Kemampuan dalam memahami, mengolah, dan memanfaatkan data secara tepat menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas portofolio kredit dan meminimalkan potensi Non-Performing Loan (NPL). Pelatihan ini dirancang untuk membekali staf analis kredit, manajemen risiko, dan tim pemodelan dengan pendekatan kuantitatif dan berbasis data dalam menilai risiko kredit secara lebih akurat. Dengan memanfaatkan prinsip credit risk analytics, peserta akan mempelajari bagaimana data historis, perilaku nasabah, laporan keuangan, hingga data alternatif dapat diolah menjadi informasi berharga untuk pengambilan keputusan kredit yang lebih tajam dan terukur. Selama dua hari pelatihan, peserta akan dikenalkan pada dasar-dasar credit scoring, segmentasi risiko, dan penerapan model prediktif dalam menilai probabilitas gagal bayar. Peserta juga akan belajar menyusun parameter risiko (PD, LGD, EAD), memahami tren risiko berdasarkan portofolio kredit, serta menggunakan visualisasi data dan dashboard monitoring untuk mendeteksi pola risiko lebih awal. Selain itu, pelatihan ini juga membahas praktik terbaik dalam integrasi data analitik ke dalam siklus kredit: mulai dari pra-persetujuan, proses pemberian kredit, pemantauan pascakredit, hingga penanganan kredit bermasalah. Dengan pendekatan studi kasus dan simulasi data, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menghubungkan analisis data dengan strategi pengelolaan risiko kredit yang berorientasi pada kualitas dan profitabilitas jangka panjang.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami prinsip dasar dan manfaat penerapan credit risk analytics dalam manajemen risiko kredit. Mengidentifikasi sumber data utama dan alternatif dalam penilaian risiko kredit. Mengembangkan insight dari data kredit melalui analisis segmentasi, perilaku, dan performa debitur. Menyusun dan menginterpretasikan metrik risiko seperti PD (Probability of Default), LGD (Loss Given Default), dan EAD (Exposure at Default). Mengintegrasikan hasil analisis risiko ke dalam strategi pengambilan keputusan dan pemantauan portofolio kredit.
Hari 1 – Fondasi Analitik Risiko Kredit dan Pemanfaatan Data Pengenalan Credit Risk Analytics dalam Dunia Perbankan Peran data dalam penilaian risiko dan pengambilan keputusan kredit Evolusi dari pendekatan konvensional ke pendekatan berbasis data Konsep dasar PD, LGD, EAD, dan expected credit loss Sumber Data dan Teknik Pengolahan Informasi Kredit Jenis data: internal, eksternal (SLIK, laporan keuangan), alternatif (perilaku digital) Teknik pengolahan data dasar (data cleansing, normalisasi, kategorisasi) Studi kasus: data tidak lengkap dan cara menanganinya Segmentasi Portofolio dan Identifikasi Pola Risiko Kredit Segmentasi berdasarkan produk, perilaku, industri, dan wilayah Analisis tren performa pembayaran dan aging kredit Teknik visualisasi data risiko dengan dashboard interaktif Hari 2 – Pemodelan Risiko dan Strategi Penerapan Analitik Credit Scoring dan Model Prediktif Risiko Kredit Logika dan struktur dasar credit scoring Penggunaan model regresi dan machine learning sederhana Studi kasus: membuat scoring sederhana dari data historis Interpretasi Parameter Risiko dan Aplikasinya dalam Kredit Cara menghitung dan membaca PD, LGD, EAD Menghubungkan analisis risiko dengan pricing dan struktur kredit Penyusunan early warning system (EWS) berbasis data Strategi Integrasi Analitik ke dalam Siklus Kredit Implementasi credit analytics pada proses pra-kredit, on-going monitoring, hingga remedial Penggunaan dashboard risiko untuk pengawasan portofolio secara real-time Tantangan integrasi data dan governance analitik dalam operasional bank
Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test
Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang