Credit Monitoring dan Early Warning System (EWS)

Credit Monitoring dan Early Warning System (EWS)

Credit Monitoring dan Early Warning System (EWS)

24 – 25 September 2025 Malang Hotel Ibis Style

Deskripsi

Pelatihan “Credit Monitoring dan Early Warning System (EWS)” dirancang untuk memperkuat fungsi pengawasan kredit secara proaktif di lembaga perbankan, khususnya dalam menghadapi potensi risiko kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang dapat mengganggu stabilitas portofolio pembiayaan bank. Dalam siklus kredit, proses monitoring bukan hanya merupakan tahapan administratif pasca pencairan, melainkan merupakan proses manajemen risiko yang strategis dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa kinerja kredit berjalan sesuai rencana dan debitur tetap berada dalam kondisi usaha yang sehat. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk membekali para analis kredit, account officer, unit kredit review, dan tim manajemen risiko dengan pengetahuan serta keterampilan untuk melakukan pemantauan kredit secara sistematis, terstruktur, dan berbasis data. Peserta akan dipandu untuk memahami pentingnya analisis perilaku pembayaran, kinerja usaha debitur, tren keuangan, serta faktor eksternal yang dapat menjadi indikator awal terjadinya potensi penurunan kualitas kredit. Selain itu, pelatihan ini juga akan mengupas secara mendalam penerapan Early Warning System (EWS) sebagai instrumen deteksi dini terhadap gejala-gejala melemahnya kinerja kredit yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Pendekatan EWS yang efektif memungkinkan bank untuk melakukan intervensi yang lebih cepat dan tepat, baik melalui komunikasi dengan debitur, penjadwalan ulang pembayaran, maupun tindakan penyehatan lainnya sebelum kredit masuk dalam status bermasalah. Peserta juga akan diajak mengeksplorasi indikator risiko sektoral, metode segmentasi portofolio berbasis risiko, serta pemanfaatan data historis dan analitik dalam mengidentifikasi tren negatif secara real time. Pelatihan ini dikemas melalui pendekatan studi kasus, diskusi pengalaman lapangan, serta simulasi analisis portofolio kredit, sehingga diharapkan peserta tidak hanya memahami konsep monitoring kredit dan EWS secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara efektif dalam kegiatan operasional sehari-hari di unit kerja masing-masing.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat: Memahami konsep dan pentingnya proses monitoring kredit sebagai bagian dari manajemen risiko kredit. Menerapkan prinsip-prinsip monitoring kredit yang efektif berdasarkan indikator keuangan dan non-keuangan. Mengidentifikasi gejala awal penurunan kualitas kredit melalui indikator Early Warning System (EWS). Melakukan segmentasi portofolio kredit berdasarkan tingkat risiko dan karakteristik debitur. Menyusun strategi intervensi dini terhadap potensi kredit bermasalah secara tepat dan terukur. Mengembangkan laporan monitoring dan rekomendasi tindak lanjut yang informatif dan berbasis data.

Materi

Hari 1 – Credit Monitoring: Strategi, Prosedur, dan Evaluasi Kinerja Kredit Konsep Dasar Monitoring Kredit Tujuan dan ruang lingkup monitoring dalam siklus kredit Hubungan antara monitoring, risk management, dan kolektibilitas kredit Prosedur dan Teknik Monitoring Kredit Monitoring administratif vs. monitoring substantif Indikator keuangan: rasio likuiditas, leverage, profitabilitas, dan arus kas Indikator non-keuangan: kondisi usaha, manajemen, industri, dan reputasi Segmentasi Portofolio Kredit dan Penilaian Risiko Klasifikasi debitur berdasarkan profil risiko Analisis tren portofolio: aging schedule, DPD (Days Past Due), kolektibilitas Pelaporan Monitoring dan Rekomendasi Tindak Lanjut Format dan standar pelaporan monitoring Menyusun rekomendasi tindakan preventif dan korektif berdasarkan hasil monitoring Hari 2 – Early Warning System (EWS): Deteksi Dini dan Mitigasi Risiko Kredit Pengenalan Early Warning System (EWS) Definisi, tujuan, dan komponen EWS dalam manajemen risiko kredit EWS manual vs. EWS berbasis sistem digital/analitik Indikator Kunci dalam EWS Indikator keuangan: tren penurunan pendapatan, rasio arus kas negatif, peningkatan utang Indikator non-keuangan: perubahan kepemilikan, litigasi, berita negatif, sektor terdampak Metodologi Deteksi Dini Scoring dan flagging sistem peringatan dini Penggunaan data historis dan prediktif (predictive analytics) untuk mengidentifikasi risiko Tindakan Mitigasi dan Strategi Intervensi Strategi komunikasi dengan debitur yang menunjukkan sinyal risiko Penjadwalan ulang (rescheduling), restrukturisasi, atau exit strategy Dokumentasi dan evaluasi efektivitas intervensi

Metode

Pre-test Presentasi Diskusi Studi Kasus Post-test

Fasilitas

Training Kit (Tas, Hand out, Flashdisk, Block note, Pulpen dll) Sertifikat Souvenir 2x Coffee Break, 1x Makan Siang

Kembali ke Layanan