Geothermal power merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memanfaatkan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik. Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api memiliki potensi panas bumi yang sangat besar dan telah mengembangkan berbagai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) untuk mendukung bauran energi nasional dan transisi menuju energi bersih. Dalam operasionalnya, PLTP memiliki karakteristik proses yang berbeda dibandingkan pembangkit berbasis fosil, karena memanfaatkan fluida panas bumi berupa uap atau air panas bertekanan tinggi yang berasal dari reservoir bawah tanah. Oleh karena itu, pemahaman mendasar mengenai alur proses produksi listrik di PLTP sangat penting bagi tenaga teknis, operator, maupun manajemen.
Fundamental Proses Produksi pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi membahas prinsip dasar konversi energi panas bumi menjadi energi listrik serta tahapan utama dalam sistem produksi PLTP. Proses dimulai dari sumur produksi yang mengalirkan fluida panas bumi ke permukaan. Fluida tersebut kemudian dipisahkan antara uap dan air (brine) melalui separator. Uap kering dialirkan ke turbin untuk memutar generator dan menghasilkan listrik. Setelah melewati turbin, uap dikondensasikan di kondensor dan sebagian fluida dikembalikan ke dalam reservoir melalui sumur injeksi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya. Materi fundamental ini juga mencakup pemahaman tentang sistem utama seperti turbin–generator, sistem kondensasi, sistem pendingin (cooling tower), sistem kontrol dan proteksi, serta aspek keselamatan dan keandalan operasi. Dengan pemahaman dasar ini, peserta diharapkan mampu melihat keterkaitan antar-sistem dalam siklus produksi listrik panas bumi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses produksi energi pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), mulai dari sistem reservoir hingga konversi energi menjadi listrik. Industri panas bumi memiliki karakteristik unik dibandingkan pembangkit berbasis fosil karena memanfaatkan energi panas alami dari dalam bumi melalui sistem produksi dan reinjeksi fluida. Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh mengenai siklus fluida, fasilitas permukaan (surface facilities), sistem turbin–generator, hingga pengendalian proses sangat penting untuk menjamin keandalan, efisiensi, dan keselamatan operasi.
Pelatihan ini membahas alur proses produksi secara terintegrasi, termasuk hubungan antara reservoir, sumur produksi, separator, sistem perpipaan, turbin uap, kondensor, cooling system, serta sistem reinjeksi. Peserta akan memahami bagaimana parameter tekanan, temperatur, dan laju alir mempengaruhi performa pembangkit, serta bagaimana optimasi proses dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya panas bumi. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya keselamatan kerja, pengendalian korosi dan scaling, serta monitoring performa operasional.
Program ini cocok bagi engineer, operator, supervisor, maupun profesional non-teknis yang ingin memahami gambaran menyeluruh proses produksi pada PLTP agar mampu berkontribusi dalam peningkatan efisiensi dan keandalan pembangkit.
Divisi Operasional Pembangkit (Geothermal Operations)
Divisi Teknik / Engineering
Divisi Produksi Energi
Divisi Maintenance / Pemeliharaan
Divisi Manajemen Risiko
Divisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja / HSE)
Divisi Lingkungan Hidup / Environmental Management
Divisi Kepatuhan (Compliance)
Divisi Perencanaan Strategis
Divisi Pengadaan / Procurement
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch