Analisa Fundamental dan Teknikal Pasar Obligasi

Analisa Fundamental dan Teknikal Pasar Obligasi

Analisa Fundamental dan Teknikal Pasar Obligasi

11-12 Mei 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Deskripsi

Pasang surut ekonomi global akibat pandemi seperti yang terjadi saat sekarang ini mengajarkan banyak orang akan pentingnya investasi. Investasi diyakini bisa menjadi penyelamat di saat ekonomi memburuk. Itulah mengapa sekarang banyak orang mulai mengalihkan sebagian dari tabungan untuk modal investasi. Salah satu instrumen investasi yang banyak diminati saat ini adalah obligasi. Obligasi adalah sebuah istilah di dalam pasar modal yang memiliki arti surat pernyataan utang terhadap pemegang obligasi. Obligasi bisa diterbitkan oleh korporasi atau juga pemerintah untuk mendapatkan pendanaan. Utang obligasi akan dibayarkan kembali pada pembeli obligasi pada saat jatuh tempo dengan tenor yang telah ditetapkan di awal.

Investasi obligasi makin banyak diminati lantaran dipercaya memberi keuntungan yang cukup besar dibanding instrumen investasi lain.  Pemegang obligasi bisa mendapatkan cuan dari imbal hasil yang diperoleh berupa kupon yang diberikan secara berkala serta dari capital gain yang bisa didapat dari selisih harga saat transaksi di pasar obligasi. Selain menjanjikan imbal hasil yang cukup besar, investasi obligasi juga relatif aman dan terjamin. Dibanding obligasi korporasi, obligasi pemerintah (government bonds) lebih aman karena adanya jaminan pengembalian dana investor pada saat jatuh tempo obligasi tiba. Dengan begitu kamu tidak perlu mengkhawatirkan risiko gagal bayar.

Materi

1. Analisa Fundamental

  • Earnings per share (EPS) : Pendapatan perusahaan setiap saham diterbitkan
  • Price – earnings (P/E) ratio : Perbandingan harga saham perusahaan denganearnings per share (EPS)
  • Projected earnings growth (PEG) : Perkiraan pertumbuhan pendapatan saham perusahaan
  • Dividend yield : Berapa banyak uang yang dibagikan pada dividen setiap satu periode (jika perusahaan membagikan dividen)
  • Price/sales (P/S) ratio : Perbandingan harga saham dengan pendapatan perusahaan
  • Return on equity (ROE) : Hasil pembagian net income perusahaan dengan shareholder equity

2. Analisa Teknikal

  • Relative strength index : Metrik pengukuran kondisi overbought/oversold suatu saham
  • Moving average convergence/divergence (MACD) : Hubungan antara dua moving average harga saham
  • Crossover : Titik di mana harga saham dam indicator bersimpangan. Digunakan untuk membuat keputusan jual atau beli
  • Divergence : Terjadi ketika harga saham dan indicator(atau indeks atau sekuritas terkait lainnya) bergerak berlawanan arah
  • Oscilator : Indikator untuk menentukan kondisi overbought dan oversold saham berdasarkan titik standar deviasi (band)

Peserta

  • Treasury
  • Keuangan & Akuntansi
  • Manajemen Risiko
  • Pengembangan Bisnis
  • Perencanaan Strategis
  • Kepatuhan

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan