Implementasi IFRS di Perbankan dan Dampaknya terhadap Pelaporan Keuangan

Implementasi IFRS di Perbankan dan Dampaknya terhadap Pelaporan Keuangan

Implementasi IFRS di Perbankan dan Dampaknya terhadap Pelaporan Keuangan

05-06 Mei 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Deskripsi

Implementasi International Financial Reporting Standards (IFRS) di sektor perbankan membawa perubahan signifikan dalam cara pelaporan keuangan disusun, disajikan, dan diinterpretasikan. IFRS, yang telah diadopsi ke dalam standar lokal melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), khususnya PSAK 71, 72, dan 73, menuntut bank untuk memiliki pemahaman mendalam terkait klasifikasi instrumen keuangan, pengakuan pendapatan, pengukuran risiko kredit, serta pengungkapan yang lebih luas dan transparan. Penerapan prinsip “expected credit loss” (ECL) pada PSAK 71, misalnya, mengubah secara fundamental pendekatan perbankan dalam membentuk cadangan kerugian, yang tidak lagi berdasarkan kejadian kerugian aktual, tetapi pada estimasi proyeksi risiko masa depan. Selain itu, IFRS menekankan pentingnya estimasi yang berbasis data dan penilaian profesional dalam menyajikan laporan yang andal, relevan, dan dapat dibandingkan secara global.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali para profesional di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan bank dengan pemahaman menyeluruh mengenai implementasi IFRS, terutama bagaimana penerapan PSAK berbasis IFRS berdampak terhadap penyusunan laporan keuangan bank. Peserta akan mempelajari prinsip-prinsip utama IFRS, perubahan utama dalam pengakuan dan pengukuran aset dan liabilitas keuangan, pengaruhnya terhadap laporan laba rugi dan neraca, serta tantangan implementasi di tingkat praktis. Selain itu, pelatihan ini akan membahas strategi penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang sesuai dengan standar pengungkapan IFRS, serta simulasi studi kasus berdasarkan praktik terbaik. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan bank serta memperkuat kepatuhan terhadap standar global dan tuntutan regulator.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  • Memahami prinsip dan ruang lingkup IFRS serta relevansinya terhadap pelaporan keuangan bank.
  • Mengimplementasikan PSAK berbasis IFRS (terutama PSAK 71, 72, dan 73) secara tepat dan sesuai regulasi.
  • Menilai dampak IFRS terhadap pengakuan pendapatan, pencadangan kerugian, dan valuasi instrumen keuangan.
  • Menyusun laporan keuangan dan CALK sesuai standar IFRS dan persyaratan OJK.
  • Mengelola tantangan teknis dan praktis dalam penerapan IFRS di lingkungan perbankan.

Materi

Hari 1: Prinsip dan Implikasi IFRS dalam Pelaporan Keuangan Bank

  1. Pengenalan IFRS dan Perkembangannya dalam PSAK
  2. Tujuan dan prinsip IFRS sebagai standar pelaporan global
  3. Harmonisasi PSAK dengan IFRS dan kerangka adopsi di Indonesia
  4. Kewajiban regulator terhadap pelaporan berbasis IFRS
  5. Penerapan PSAK 71: Instrumen Keuangan dan Expected Credit Loss (ECL)
  6. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan (AC, FVOCI, FVTPL)
  7. Model ECL: pendekatan 3 tahap dan teknik estimasi risiko kredit
  8. Dampak terhadap pencadangan, laba rugi, dan struktur neraca
  9. Penerapan PSAK 72 dan 73: Pendapatan dan Sewa
  10. Lima langkah pengakuan pendapatan sesuai PSAK 72
  11. Identifikasi kontrak dan pengaruhnya terhadap bisnis bank
  12. PSAK 73 dan perlakuan akuntansi atas aset sewa operasional dan finansial

 

Hari 2: Dampak Praktis, Pelaporan, dan Pengungkapan IFRS

  1. Dampak IFRS terhadap Laporan Keuangan Bank
  2. Perubahan pada format neraca dan laporan laba rugi
  3. Penyesuaian atas akun-akun kritis: provisi kredit, fee-based income, sewa
  4. Efek IFRS terhadap rasio keuangan dan indikator kinerja bank
  5. Penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Berbasis IFRS
  6. Standar pengungkapan informasi dalam IFRS
  7. Penyajian risiko, asumsi, dan estimasi signifikan dalam CALK
  8. Studi kasus pengungkapan aset keuangan dan risiko kredit
  9. Tantangan Implementasi dan Strategi Penyusunan Laporan IFRS
  10. Kendala umum dalam transisi ke IFRS dan mitigasinya
  11. Keterlibatan lintas unit (akuntansi, risiko, kredit, legal) dalam implementasi
  12. Checklist kepatuhan pelaporan dan tips audit readiness berbasis IFRS

Peserta

  • Keuangan & Akuntansi
  • Kepatuhan
  • Audit Internal
  • Manajemen Risiko
  • Perencanaan Strategis
  • Manajemen

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat 
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan