Implementasi International Financial Reporting Standards (IFRS) di sektor perbankan membawa perubahan signifikan dalam cara pelaporan keuangan disusun, disajikan, dan diinterpretasikan. IFRS, yang telah diadopsi ke dalam standar lokal melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), khususnya PSAK 71, 72, dan 73, menuntut bank untuk memiliki pemahaman mendalam terkait klasifikasi instrumen keuangan, pengakuan pendapatan, pengukuran risiko kredit, serta pengungkapan yang lebih luas dan transparan. Penerapan prinsip “expected credit loss” (ECL) pada PSAK 71, misalnya, mengubah secara fundamental pendekatan perbankan dalam membentuk cadangan kerugian, yang tidak lagi berdasarkan kejadian kerugian aktual, tetapi pada estimasi proyeksi risiko masa depan. Selain itu, IFRS menekankan pentingnya estimasi yang berbasis data dan penilaian profesional dalam menyajikan laporan yang andal, relevan, dan dapat dibandingkan secara global.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para profesional di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan bank dengan pemahaman menyeluruh mengenai implementasi IFRS, terutama bagaimana penerapan PSAK berbasis IFRS berdampak terhadap penyusunan laporan keuangan bank. Peserta akan mempelajari prinsip-prinsip utama IFRS, perubahan utama dalam pengakuan dan pengukuran aset dan liabilitas keuangan, pengaruhnya terhadap laporan laba rugi dan neraca, serta tantangan implementasi di tingkat praktis. Selain itu, pelatihan ini akan membahas strategi penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang sesuai dengan standar pengungkapan IFRS, serta simulasi studi kasus berdasarkan praktik terbaik. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaporan keuangan bank serta memperkuat kepatuhan terhadap standar global dan tuntutan regulator.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Hari 1: Prinsip dan Implikasi IFRS dalam Pelaporan Keuangan Bank
Hari 2: Dampak Praktis, Pelaporan, dan Pengungkapan IFRS