Dalam aktivitas bisnis, entitas sering melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan khusus, seperti entitas anak, entitas asosiasi, manajemen kunci, atau pemegang saham pengendali. Transaksi dengan pihak berelasi ini berpotensi tidak dilakukan secara independen (arm’s length), sehingga dapat memengaruhi kewajaran laporan keuangan jika tidak diungkapkan secara transparan. Tanpa pengungkapan yang memadai, pengguna laporan keuangan akan kesulitan memahami dampak hubungan tersebut terhadap posisi keuangan dan kinerja entitas. Oleh karena itu, PSAK 224 disusun untuk memastikan bahwa transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan secara jelas, sehingga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan pemangku kepentingan.
PSAK 224 mengatur tentang pengungkapan hubungan, transaksi, dan saldo antara entitas dengan pihak-pihak berelasi dalam laporan keuangan. Standar ini mencakup definisi pihak berelasi, jenis hubungan yang harus diungkapkan, serta informasi yang wajib disajikan, seperti nilai transaksi, saldo yang masih outstanding, dan kondisi atau persyaratan transaksi. Selain itu, PSAK ini juga menekankan pengungkapan kompensasi manajemen kunci serta sifat hubungan yang dapat memengaruhi keputusan ekonomi. Dengan adanya standar ini, laporan keuangan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap dan transparan mengenai pengaruh hubungan istimewa terhadap kondisi keuangan entitas.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai identifikasi, pencatatan, dan pengungkapan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sesuai PSAK 224. Peserta akan mempelajari definisi dan jenis hubungan berelasi, bagaimana mengidentifikasi transaksi yang termasuk dalam kategori tersebut, serta teknik penyajian dan pengungkapan yang tepat dalam laporan keuangan. Selain itu, pelatihan ini juga membahas risiko yang timbul dari transaksi pihak berelasi serta pentingnya transparansi untuk menjaga kewajaran laporan keuangan. Pendekatan yang digunakan bersifat praktis dengan studi kasus agar peserta mampu mengaplikasikan langsung dalam pekerjaan.
Pelatihan ini berasal dari bidang akuntansi keuangan (financial accounting), khususnya pelaporan keuangan. Selain itu, berkaitan erat dengan audit, governance (GCG), dan manajemen risiko, karena pengungkapan pihak berelasi berperan penting dalam mencegah konflik kepentingan dan meningkatkan transparansi.
Pelatihan ini cocok bagi staf dan manajer akuntansi, penyusun laporan keuangan, auditor internal maupun eksternal, konsultan keuangan, serta profesional di perusahaan yang memiliki hubungan dengan entitas lain (grup perusahaan). Selain itu, pelatihan ini juga relevan bagi manajemen dan pihak yang terlibat dalam tata kelola perusahaan.
Pelatihan ini penting karena transaksi dengan pihak berelasi memiliki risiko tinggi terhadap bias dan ketidakwajaran dalam laporan keuangan. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami cara mengidentifikasi dan mengungkapkan transaksi secara tepat sesuai standar, menghindari kesalahan pelaporan, serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi. Selain itu, pemahaman yang baik akan membantu menjaga transparansi, memperkuat tata kelola perusahaan, dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan.
Divisi Keuangan & Akuntansi
Divisi Pelaporan Keuangan
Divisi Kepatuhan (Compliance)
Divisi Audit Internal
Divisi Corporate Secretary
Divisi Hukum
Divisi Manajemen Risiko
Divisi Pengendalian Internal
Divisi Investor Relations
Divisi Perencanaan Strategis
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch