Dalam praktik bisnis, kebutuhan informasi keuangan tidak hanya terbatas pada laporan tahunan, tetapi juga diperlukan secara periodik dalam jangka waktu lebih pendek seperti triwulanan atau semesteran. Informasi interim ini penting bagi manajemen, investor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memantau kinerja perusahaan secara lebih cepat dan mengambil keputusan yang tepat waktu. Tanpa standar yang jelas, laporan keuangan interim dapat disusun secara tidak konsisten dan berpotensi menimbulkan perbedaan interpretasi. Seiring dengan tuntutan transparansi dan keselarasan dengan praktik internasional (IFRS), PSAK 234 disusun untuk memberikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan interim agar tetap andal, relevan, dan dapat dibandingkan antar periode.
PSAK 234 mengatur prinsip pengakuan, pengukuran, dan penyajian laporan keuangan untuk periode interim. Standar ini menekankan bahwa laporan interim harus disusun dengan kebijakan akuntansi yang konsisten dengan laporan tahunan, serta mencakup informasi yang cukup untuk memahami perubahan posisi keuangan dan kinerja entitas selama periode berjalan. PSAK ini juga mengatur komponen minimum laporan interim, seperti laporan posisi keuangan ringkas, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif, laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Selain itu, standar ini menekankan pentingnya pengungkapan peristiwa signifikan, estimasi, dan perubahan kebijakan yang mempengaruhi laporan keuangan. Dengan demikian, laporan keuangan interim dapat memberikan gambaran kinerja yang tepat waktu tanpa mengurangi kualitas informasi.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai penyusunan dan penyajian laporan keuangan interim sesuai PSAK 234. Peserta akan mempelajari bagaimana menyusun laporan keuangan dalam periode yang lebih pendek (bulanan, triwulanan, atau semesteran) dengan tetap menjaga konsistensi kebijakan akuntansi seperti pada laporan tahunan. Pelatihan ini juga membahas pengakuan dan pengukuran transaksi dalam periode interim, penggunaan estimasi akuntansi, serta pengungkapan informasi yang relevan. Pendekatan yang digunakan bersifat praktis dengan studi kasus sehingga peserta mampu mengaplikasikannya secara langsung di lingkungan kerja.
Pelatihan ini berasal dari bidang akuntansi keuangan (financial accounting), khususnya pelaporan keuangan. Selain itu, berkaitan dengan financial reporting dan memiliki keterkaitan dengan audit, karena laporan interim tetap harus memenuhi prinsip kewajaran dan dapat diuji.
Pelatihan ini cocok bagi staf dan manajer akuntansi, penyusun laporan keuangan, auditor internal maupun eksternal, analis keuangan, serta profesional di bidang keuangan dan perusahaan publik yang wajib menyusun laporan interim. Selain itu, pelatihan ini juga relevan bagi manajemen yang membutuhkan laporan keuangan berkala untuk pengambilan keputusan.
Pelatihan ini penting karena laporan keuangan interim menjadi alat utama untuk memantau kinerja perusahaan secara berkala. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami cara menyusun laporan interim yang akurat, konsisten, dan sesuai standar. Hal ini membantu mengurangi risiko kesalahan pelaporan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta menyediakan informasi yang cepat dan andal untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih responsif.
Divisi Keuangan & Akuntansi
Divisi Pelaporan Keuangan
Divisi Kepatuhan (Compliance)
Divisi Audit Internal
Divisi Manajemen Risiko
Divisi Perencanaan Strategis
Divisi Corporate Secretary
Divisi Investor Relations
Divisi Teknologi Informasi (IT)
Divisi Pengendalian Internal
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch