Dalam dokumen Amendment to the Capital Accord to Incorporate Market Risks yang merupakan amandemen dari Basel Capital Accord 1988, Basel Committee on Banking Supervision (Committee) merekomendasikan 2 pendekatan untuk mengukur Risiko Pasar dalam perhitungan kecukupan modal, yaitu Metode Standar (Standard Method) dan Model Internal (Internal Model).
Metode Standar menawarkan pendekatan pengukuran Risiko Pasar serta perhitungan kecukupan modal yang terstandardisir untuk seluruh Bank. Sementara itu, opsi bagi Bank untuk menerapkan Model Internal yang disediakan Committee dimaksudkan untuk memberi keleluasaan bagi Bank untuk menggunakan metode pengukuran risiko yang dikembangkan dari model-model pengelolaan risiko internal (Internal Risk Management Models) dalam menghitung kebutuhan modal. Meskipun metode pengukuran risiko disetiap Bank berbeda, namun perbandingan antara satu model dengan model lainnya dapat dilakukan karena proses kualifikasi penggunaan Model Internal menggunakan kriteria yang sama. Bank yang berencana menerapkan Model Internal wajib memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan yang ditetapkan dan wajib memperoleh persetujuan dari otoritas pengawas.
Penggunaan Model Internal oleh Bank diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko mengingat Model Internal merupakan pendekatan pengukuran risiko yang lebih baik dalam konteks manajemen risiko maupun perhitungan KPMM karena lebih bersifat sensitif terhadap risiko (risk sensitive).
PENGGUNAAN MODEL INTERNAL DALAM PERHITUNGAN KPMM DENGAN MEMPERHITUNGKAN RISIKO PASAR
1. Persyaratan Umum
2. Persyaratan Kualitatif
3. Persyaratan Kuantitatif
4. Spesifikasi Faktor-Faktor Risiko Pasar
5. Penerapan Back Testing
6. Penerapan stress Testing
PROSES PERSETUJUAN PENGGUNAAN MODEL INTERNAL OLEH BANK INDONESIA
7. Kriteria Penilaian
8. Pengujian Pengukuran Risiko terhadap Portofolio
9. Persetujuan Penggunaan Model Internal
INFORMASI DAN DOKUMEN DALAM PERMOHONAN PENGGUNAANMODELINTERNAL
PELAPORAN
10. Skenario Perubahan Suku Bunga Rupiah
11. Skenario Perubahan Nilai Tukar
12. Skenario Perubahan Harga Saham di Pasar Domestik
13. Skenario Perubahan Harga Komoditas di Pasar Domestik
14. Skenario Perubahan untuk Posisi Option
15. Skenario untuk Eksposur Risiko Lainnya