Di era digital saat ini, dunia kerja menghadapi perubahan cepat yang dipicu oleh teknologi, globalisasi, dan pergeseran budaya organisasi. Generasi Millennial (lahir 1981–1996) dan Gen Z (lahir 1997–2012) kini menjadi mayoritas tenaga kerja di banyak perusahaan. Kedua generasi ini memiliki karakteristik, motivasi, dan gaya komunikasi yang berbeda dengan generasi sebelumnya (Baby Boomer dan Gen X). Perbedaan ini menimbulkan tantangan bagi pemimpin untuk memastikan keterlibatan, produktivitas, dan loyalitas karyawan tetap optimal. Metode coaching dan mentoring menjadi salah satu pendekatan efektif untuk membimbing karyawan Millennial dan Gen Z, sekaligus menyesuaikan gaya kepemimpinan lintas generasi.
Coaching & Mentoring for Millennial/Gen Z Workers merupakan pendekatan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada pembinaan dan pemberdayaan individu melalui interaksi yang konstruktif dan berkelanjutan. Coaching digunakan untuk membantu individu mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mencapai tujuan secara mandiri. Sementara itu, mentoring berperan dalam memberikan arahan, berbagi pengalaman, dan membangun hubungan pembelajaran jangka panjang antara individu yang lebih berpengalaman dengan yang sedang berkembang. Pendekatan ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi karakteristik Millennial dan Gen Z yang dinamis. Melalui proses komunikasi yang terbuka dan empatik, pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja yang suportif, meningkatkan kepercayaan, serta mendorong keterlibatan karyawan secara optimal. Dengan demikian, coaching dan mentoring tidak hanya berperan dalam pengembangan individu, tetapi juga dalam membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Coaching & Mentoring for Millennial/Gen Z Workers merupakan sebuah program pelatihan yang dirancang untuk menjawab tantangan kepemimpinan modern dalam mengelola tenaga kerja lintas generasi, khususnya generasi Millennial dan Gen Z yang kini mendominasi dunia kerja. Perubahan pola kerja yang semakin dinamis, digital, dan fleksibel menuntut pemimpin untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi juga mampu mengadopsi metode pembinaan yang lebih adaptif dan relevan. Selain itu, pelatihan ini juga mengupas secara mendalam karakteristik khas generasi Millennial dan Gen Z, termasuk preferensi komunikasi, motivasi kerja, serta ekspektasi terhadap lingkungan kerja. Hal ini menjadi penting karena perbedaan karakter antar generasi seringkali menjadi sumber kesalahpahaman, konflik, maupun rendahnya tingkat keterlibatan karyawan. Oleh karena itu, pelatihan ini memberikan pemahaman komprehensif sekaligus keterampilan praktis dalam mengelola perbedaan tersebut secara strategis.
Pelatihan Coaching & Mentoring for Millennial/Gen Z Workers merupakan turunan dari berbagai disiplin ilmu yang saling terintegrasi. Salah satu landasan utamanya adalah manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan karyawan secara efektif. Selain itu, pelatihan ini juga mengacu pada psikologi industri dan organisasi yang mempelajari perilaku individu dan kelompok dalam konteks kerja, termasuk aspek motivasi, komunikasi, dan dinamika tim.
Pelatihan ini dirancang untuk berbagai kalangan profesional yang memiliki peran dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia. Manajer, supervisor, pimpinan tim, serta praktisi HR menjadi target utama karena mereka berinteraksi langsung dengan karyawan dari berbagai generasi. Selain itu, pelatihan ini juga relevan bagi pemilik bisnis, konsultan, maupun individu yang ingin meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi interpersonal.
Mengikuti pelatihan Coaching & Mentoring for Millennial/Gen Z Workers menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern yang semakin kompetitif dan dinamis. Generasi Millennial dan Gen Z memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap pekerjaan, termasuk kebutuhan akan pengembangan diri, fleksibilitas, serta lingkungan kerja yang suportif. Tanpa pendekatan yang tepat, hal ini dapat berdampak pada rendahnya kinerja, tingginya tingkat turnover, serta kurangnya keterlibatan karyawan.
Divisi Sumber Daya Manusia (SDM)
Divisi Learning & Development (L&D)
Divisi Manajemen SDM / HR Business Partner
Divisi Operasional
Divisi Perencanaan Strategis
Divisi Corporate Secretary
Divisi Kepatuhan (Compliance)
Divisi Manajemen Risiko
Divisi Customer Experience / Layanan Nasabah
Seluruh Level Manajerial / Pimpinan Tim
• Pre Test
• Presentasi Materi
• Diskusi
• Studi Kasus
• Post Test
• Training Amenities
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
• Sertifikat
• Souvenir
• 2x Coffee Break, 1x Lunch