AI, Cyber Risk & Digital Governance for Board Members

AI, Cyber Risk & Digital Governance for Board Members

AI, Cyber Risk & Digital Governance for Board Members

22 - 23 July 2026 Bandung Hotel Zest Sukajadi

Deskripsi

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah cara organisasi beroperasi, mengambil keputusan, serta memberikan layanan kepada pelanggan dan pemangku kepentingan. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), analitik data, komputasi awan. Serta berbagai platform digital membawa peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing. Namun di sisi lain, transformasi digital juga memunculkan berbagai risiko baru, khususnya yang berkaitan dengan keamanan siber, perlindungan data, penggunaan teknologi secara etis. Serta tata kelola teknologi yang efektif.

Dalam konteks ini, peran Dewan Komisaris atau anggota dewan menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa perusahaan tidak hanya memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Tetapi juga mampu mengelola risiko yang muncul dari penggunaan teknologi tersebut. Banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mengawasi implementasi teknologi baru, memahami risiko siber yang semakin kompleks. Serta memastikan bahwa penggunaan teknologi seperti AI tetap sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, regulasi yang berlaku, dan kepentingan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai AI, cyber risk, dan digital governance menjadi aspek penting bagi anggota dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan strategis terhadap transformasi digital perusahaan.

AI, Cyber Risk & Digital Governance for Board Members merupakan pembahasan mengenai peran strategis dewan dalam mengawasi pemanfaatan teknologi digital. Serta mengelola berbagai risiko yang muncul dari transformasi digital organisasi. Topik ini menekankan pentingnya pemahaman anggota dewan terhadap perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, ancaman keamanan siber. Juga kebutuhan akan kerangka tata kelola digital yang kuat dalam organisasi.

Melalui pembahasan ini, anggota dewan akan memahami bagaimana teknologi digital memengaruhi strategi bisnis perusahaan, bagaimana risiko siber dapat berdampak pada operasional, reputasi, dan keberlanjutan organisasi. Serta bagaimana dewan dapat memastikan bahwa perusahaan memiliki kebijakan, struktur, dan pengawasan yang memadai dalam pengelolaan teknologi digital. Selain itu, topik ini juga menyoroti pentingnya peran dewan dalam memastikan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, perlindungan data yang memadai, serta integrasi antara strategi digital, manajemen risiko, dan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan pemahaman tersebut, anggota dewan diharapkan mampu memberikan arahan strategis yang tepat serta memastikan bahwa transformasi digital perusahaan berjalan secara aman, terkendali, dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.

AI, Cyber Risk & Digital Governance for Board Members merupakan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk membantu anggota dewan memahami implikasi strategis dari pemanfaatan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), serta berbagai risiko yang muncul dari perkembangan teknologi tersebut. Dalam era transformasi digital, organisasi semakin bergantung pada sistem digital, data, dan teknologi berbasis AI untuk mendukung operasional dan pengambilan keputusan bisnis. Kondisi ini menuntut anggota dewan untuk memiliki pemahaman yang memadai mengenai bagaimana teknologi tersebut digunakan, risiko yang dapat muncul, serta bagaimana pengawasan strategis perlu dilakukan di tingkat dewan.

Program ini membahas bagaimana dewan dapat memahami potensi dan risiko teknologi digital, khususnya terkait keamanan siber, perlindungan data, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab. Selain itu, pembahasan juga mencakup bagaimana membangun kerangka digital governance yang efektif agar perusahaan mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus mengelola risiko teknologi yang dapat memengaruhi reputasi, keberlangsungan operasional, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan pemahaman tersebut, anggota dewan diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan strategis terhadap transformasi digital perusahaan serta memastikan bahwa pemanfaatan teknologi berjalan secara aman, etis, dan memberikan nilai tambah bagi organisasi.

Topik ini merupakan pengembangan dari beberapa disiplin ilmu yang berkaitan dengan pengelolaan teknologi dan tata kelola organisasi. Ilmu corporate governance menjadi dasar dalam memahami peran dewan dalam mengawasi strategi digital perusahaan. Bidang information technology governance membahas bagaimana teknologi dikelola secara terstruktur dan selaras dengan strategi organisasi. Cybersecurity management memberikan pemahaman mengenai pengelolaan risiko keamanan siber yang dapat mengancam sistem dan data perusahaan. Selain itu, bidang artificial intelligence dan data governance juga menjadi bagian penting karena berkaitan dengan pemanfaatan AI, pengelolaan data, serta penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Program ini sangat relevan bagi anggota Dewan Komisaris, anggota dewan direksi, komisaris independen, serta anggota komite di bawah dewan seperti komite risiko, komite audit, atau komite teknologi. Selain itu, program ini juga bermanfaat bagi eksekutif senior seperti Chief Information Officer (CIO), Chief Technology Officer (CTO), Chief Risk Officer (CRO), sekretaris perusahaan, serta pimpinan organisasi yang terlibat dalam pengawasan atau pengambilan keputusan terkait strategi digital dan manajemen risiko teknologi.

Transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam strategi bisnis banyak organisasi, namun di saat yang sama juga meningkatkan eksposur terhadap berbagai risiko teknologi, khususnya risiko keamanan siber dan pengelolaan data. Anggota dewan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa organisasi tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memiliki pengawasan yang memadai terhadap risiko yang ditimbulkan. Dengan mengikuti program ini, peserta akan memperoleh pemahaman strategis mengenai bagaimana dewan dapat mengawasi penggunaan AI, memahami potensi ancaman siber, serta memastikan bahwa perusahaan memiliki kerangka digital governance yang kuat. Pemahaman ini sangat penting agar dewan mampu memberikan arahan strategis yang tepat, menjaga keamanan dan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memastikan keberlanjutan organisasi di era digital.

Tujuan

  • Meningkatkan pemahaman anggota dewan mengenai perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), serta implikasinya terhadap strategi bisnis perusahaan.
  • Memperkuat kemampuan dewan dalam mengawasi dan mengelola risiko keamanan siber yang dapat memengaruhi operasional dan reputasi organisasi.
  • Memahami konsep dan praktik digital governance untuk memastikan pemanfaatan teknologi selaras dengan strategi perusahaan dan prinsip tata kelola yang baik.
  • Meningkatkan kapasitas dewan dalam mengevaluasi kebijakan pengelolaan data, penggunaan AI, serta perlindungan informasi perusahaan.
  • Mendorong peran strategis dewan dalam memastikan transformasi digital berjalan secara aman, etis, dan berkelanjutan.

Materi

  • Tren transformasi digital dan dampaknya terhadap strategi bisnis perusahaan.
  • Konsep dasar Artificial Intelligence (AI) dan penerapannya dalam organisasi.
  • Risiko keamanan siber (cyber risk) dan dampaknya terhadap operasional serta reputasi perusahaan.
  • Peran Dewan Komisaris atau Board dalam pengawasan risiko teknologi dan keamanan informasi.
  • Kerangka IT Governance dan Digital Governance dalam organisasi.
  • Pengelolaan data, perlindungan privasi, dan kepatuhan terhadap regulasi digital.
  • Pengawasan terhadap penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab.

Peserta

Governance / Tata Kelola

Risk Management / Manajemen Risiko

TI / IT (AI Governance & Cybersecurity)

Board of Directors / Dewan Komisaris & Direksi

Compliance / Kepatuhan

Cyber Risk / Risiko Siber

Digital Transformation / Transformasi Digital

Internal Audit

Perbankan / Financial Services

Manajemen Umum / Strategic Management

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan