Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta khususnya dari fungsi Manajemen Risiko, Operasional, Kepatuhan, Audit Internal, serta unit kerja pemilik risiko di industri perbankan dengan pemahaman yang komprehensif dan keterampilan praktis dalam penggunaan Aplikasi Loss Event Database (LED) sebagai bagian penting dari penerapan manajemen risiko operasional yang efektif. Di tengah meningkatnya kompleksitas proses bisnis, digitalisasi layanan perbankan, serta tuntutan regulator terhadap pengelolaan risiko yang terukur dan terdokumentasi dengan baik, pencatatan dan pengelolaan data loss event menjadi elemen krusial dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko operasional. Aplikasi LED berperan sebagai sarana terintegrasi untuk mencatat kejadian kerugian, near miss, serta potensi risiko operasional secara konsisten, akurat, dan dapat ditelusuri.
Pelatihan ini menekankan tidak hanya pada aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga pada pemahaman proses bisnis, tata kelola, serta kualitas data yang mendasari efektivitas LED. Peserta akan diajak memahami keterkaitan antara loss event data dengan Risk and Control Self Assessment (RCSA), Key Risk Indicator (KRI), skenario risiko, serta pelaporan risiko kepada manajemen dan regulator. Melalui pendekatan praktis berbasis simulasi, studi kasus, dan best practices industri perbankan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas input data, konsistensi klasifikasi kejadian, serta pemanfaatan data LED sebagai dasar analisis tren risiko, perbaikan kontrol internal, dan pengambilan keputusan manajemen yang lebih proaktif dan berbasis risiko.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
1. Konsep Dasar Risiko Operasional dan Loss Event
2. Pengenalan Loss Event Database (LED)
3. Tata Kelola dan Kualitas Data LED
4. Penggunaan Aplikasi LED (Praktik Teknis)
5. Analisis dan Pelaporan Data Loss Event
6. Studi Kasus dan Best Practices Perbankan