Pelatihan Fraud Loss Quantification & Recovery Strategies dirancang untuk membekali peserta khususnya dari Divisi Kepatuhan, Manajemen Risiko, Anti-Fraud, Keuangan, Audit Internal, dan unit terkait dengan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif mengenai metode pengukuran kerugian akibat fraud serta strategi pemulihan (recovery) yang efektif di industri perbankan. Dalam lingkungan perbankan yang semakin kompleks dan terdigitalisasi, insiden fraud tidak hanya menimbulkan kerugian finansial langsung, tetapi juga berdampak pada biaya tidak langsung seperti gangguan operasional, risiko hukum, penurunan reputasi, serta potensi sanksi regulator. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengkuantifikasi seluruh dampak kerugian fraud secara akurat menjadi elemen penting dalam pengelolaan risiko, pelaporan kepada manajemen dan regulator, serta perumusan strategi pencegahan yang lebih efektif di masa depan.
Pelatihan ini menekankan keterkaitan antara kuantifikasi kerugian fraud dengan strategi pemulihan dan perbaikan berkelanjutan. Peserta akan diajak memahami bagaimana data loss event dimanfaatkan untuk menghitung kerugian finansial dan non-finansial, menganalisis akar penyebab kejadian, serta menentukan opsi recovery yang paling optimal, baik melalui mekanisme internal, klaim asuransi, upaya hukum, maupun kerja sama dengan pihak eksternal. Dengan pendekatan konseptual dan aplikatif berbasis studi kasus perbankan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun estimasi kerugian yang kredibel, merancang strategi recovery yang realistis, serta memastikan bahwa pembelajaran dari insiden fraud dapat digunakan untuk memperkuat kontrol internal, tata kelola, dan ketahanan bank terhadap risiko fraud di masa mendatang.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
1. Fraud Loss dan Dampaknya terhadap Bank
2. Fraud Loss Quantification Framework
3. Analisis Akar Masalah dan Pola Kerugian
4. Fraud Loss Reporting dan Regulatory Perspective
5. Recovery Strategies dan Mekanisme Pemulihan
6. Studi Kasus dan Best Practices