Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai konsep dasar, arsitektur teknologi, dan potensi penerapan blockchain dalam sektor keuangan. Seiring berkembangnya transformasi digital dalam industri jasa keuangan, blockchain hadir sebagai salah satu teknologi disruptif yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, keamanan, transparansi, serta integritas data dalam berbagai proses bisnis, mulai dari sistem pembayaran, pengelolaan aset digital, identitas digital, hingga kontrak pintar (smart contracts). Dalam pelatihan ini, peserta yang berasal dari kalangan profesional TI akan dipandu untuk memahami secara menyeluruh bagaimana teknologi blockchain bekerja, termasuk konsep distributed ledger, mekanisme konsensus (seperti Proof of Work dan Proof of Stake), serta komponen teknis yang membangun sistem blockchain.
Lebih jauh, pelatihan ini juga akan mengangkat studi kasus dan skenario penerapan blockchain dalam konteks perbankan dan lembaga keuangan lainnya, seperti pemrosesan transaksi lintas negara (cross-border payments), pencatatan aset (asset tokenization), serta penerapan dalam proses Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML). Peserta akan dibekali dengan wawasan untuk menilai kelayakan dan kesiapan penerapan blockchain di dalam sistem yang ada, memahami tantangan regulasi dan keamanan yang perlu diantisipasi, serta mengidentifikasi peran blockchain dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih andal. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat mengambil peran aktif dalam perencanaan dan pengembangan solusi berbasis blockchain di lingkungan kerja mereka, baik sebagai inisiatif internal maupun kerja sama eksternal dengan mitra teknologi atau fintech.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
1. Pengenalan Blockchain
2. Arsitektur Teknologi Blockchain
3. Mekanisme Konsensus
4. Keamanan dan Integritas Data dalam Blockchain
1. Use Case Blockchain di Sektor Keuangan
2. Smart Contracts dan Platform Blockchain
3. Regulasi dan Tantangan Implementasi
4. Studi Kasus dan Diskusi Evaluatif