Stress Testing dan Scenario Analysis untuk Risiko Keuangan

Stress Testing dan Scenario Analysis untuk Risiko Keuangan

Stress Testing dan Scenario Analysis untuk Risiko Keuangan

23 - 25 April 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Style

Deskripsi

Dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, perbankan dituntut untuk memiliki ketahanan keuangan yang kuat dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai jenis risiko. Salah satu pendekatan krusial dalam penguatan manajemen risiko keuangan adalah penerapan stress testing dan scenario analysis. Kedua metode ini berfungsi sebagai alat diagnostik dan prediktif untuk menguji ketahanan bank terhadap skenario ekstrem baik yang bersifat historis maupun hipotetik yang dapat berdampak signifikan terhadap modal, likuiditas, dan stabilitas institusi. Otoritas pengawas seperti OJK, Bank Indonesia, maupun lembaga internasional (Basel Committee, IMF) juga mewajibkan bank untuk menerapkan stress testing sebagai bagian dari kerangka manajemen risiko dan perencanaan modal internal. Dengan begitu, stress testing bukan hanya kepatuhan regulasi, tetapi menjadi pilar strategis dalam pengambilan keputusan bisnis yang berkelanjutan.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis dan strategis tentang bagaimana merancang, menerapkan, dan mengevaluasi stress testing dan scenario analysis dalam konteks risiko keuangan. Peserta akan mempelajari metode identifikasi risiko utama (kredit, pasar, likuiditas), teknik penyusunan skenario stres (makroekonomi dan idiosinkratik), hingga pemanfaatan hasil stress test dalam penyusunan strategi manajemen risiko dan perencanaan modal. Pelatihan ini juga akan membahas integrasi stress testing ke dalam proses ICAAP (Internal Capital Adequacy Assessment Process), pengembangan model kuantitatif, serta tantangan praktis yang sering dihadapi dalam pelaksanaannya. Melalui studi kasus, latihan simulatif, dan diskusi interaktif, pelatihan ini diharapkan memperkuat peran fungsi manajemen risiko dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bank terhadap guncangan ekonomi yang tidak terduga.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:

  1. Memahami konsep, tujuan, dan manfaat stress testing dan scenario analysis dalam manajemen risiko keuangan.
  2. Mengidentifikasi jenis-jenis risiko yang dapat diuji melalui stress testing (kredit, pasar, likuiditas, operasional).
  3. Menyusun dan mengimplementasikan skenario stres makro dan mikro berdasarkan profil risiko bank.
  4. Menganalisis hasil stress testing untuk mendukung pengambilan keputusan dan penguatan permodalan.
  5. Mengintegrasikan stress testing ke dalam kerangka ICAAP, pelaporan manajemen, dan strategi mitigasi risiko.

Materi

Hari 1 – Konsep, Tujuan, dan Perancangan Stress Testing

  1. Pengenalan Stress Testing dan Scenario Analysis
  2. Definisi dan perbedaan antara stress testing dan scenario analysis
  3. Fungsi dan peran dalam kerangka manajemen risiko dan perencanaan modal
  4. Regulasi terkait (Basel III, POJK, ketentuan Bank Indonesia)
  5. Jenis Risiko dalam Stress Testing
  6. Risiko kredit: default massal, penurunan kualitas aset
  7. Risiko pasar: fluktuasi suku bunga, nilai tukar, harga pasar
  8. Risiko likuiditas: penarikan dana besar-besaran, akses pasar dana
  9. Risiko operasional dan reputasi
  10. Jenis dan Pendekatan Stress Testing
  11. Bottom-up vs. top-down approach
  12. Sensitivity analysis vs. scenario analysis
  13. Reverse stress testing dan penggunaannya dalam perencanaan darurat
  14. Perancangan Skenario Stres
  15. Identifikasi faktor ekonomi dan keuangan yang relevan
  16. Pengembangan skenario makroekonomi dan mikroekonomi ekstrem
  17. Menentukan asumsi dan parameter utama dalam simulasi risiko

Hari 2 – Implementasi, Evaluasi, dan Integrasi Strategis

  1. Implementasi dan Proses Stress Testing
  2. Pengumpulan data dan pemodelan risiko
  3. Alat bantu dan sistem informasi yang digunakan
  4. Validasi dan dokumentasi proses stress testing
  5. Analisis dan Interpretasi Hasil Stress Test
  6. Evaluasi dampak terhadap modal dan likuiditas
  7. Identifikasi titik lemah dan potensi krisis sistemik
  8. Pelaporan hasil ke manajemen dan regulator
  9. Integrasi Stress Testing dalam ICAAP dan Perencanaan Modal
  10. Hubungan antara stress testing, ICAAP, dan Rencana Bisnis Bank
  11. Penggunaan hasil stress test dalam penentuan buffer modal
  12. Penyesuaian strategi manajemen risiko dan pembiayaan berdasarkan hasil
  13. Studi Kasus dan Simulasi
  14. Studi kasus kegagalan manajemen risiko akibat stres eksternal
  15. Simulasi penyusunan dan pelaksanaan stress test berdasarkan data fiktif
  16. Diskusi kelompok: tantangan dan solusi implementasi stress testing di bank

Peserta

Risk Management / Manajemen Risiko

Perbankan / Financial Services

Keuangan & Akuntansi / Financial Analysis

Analytics & Data Science / Scenario Modeling

Treasury / Asset Liability Management

TI / IT (Risk System Integration)

Governance / Tata Kelola

Compliance / Kepatuhan

Internal Audit

Manajemen Umum / Strategic Management

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan