Digital PR Strategy & Social Media Governance untuk Bank

Digital PR Strategy & Social Media Governance untuk Bank

Digital PR Strategy & Social Media Governance untuk Bank

08-09 Juni 2026 Malang Hotel Ibis Styles

Deskripsi

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat, disertai dengan dominasi media sosial sebagai sumber utama informasi publik, telah mengubah lanskap komunikasi korporasi secara fundamental dan tidak lagi dapat dipisahkan dari strategi bisnis perusahaan, termasuk di industri perbankan yang sangat sensitif terhadap isu reputasi, stabilitas, dan kepercayaan masyarakat. Informasi baik yang akurat maupun yang belum terverifikasi dapat menyebar secara masif hanya dalam hitungan menit melalui berbagai platform digital, membentuk persepsi publik, memengaruhi sentimen pasar, bahkan berpotensi memicu risiko reputasi dan risiko likuiditas apabila tidak dikelola dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Dalam konteks ini, Divisi Corporate Secretary dan Humas tidak lagi berperan sebatas penyampai informasi, melainkan menjadi penjaga reputasi institusi yang harus mampu merancang strategi Digital PR yang terstruktur, adaptif terhadap dinamika isu, serta berbasis pada prinsip mitigasi risiko. Selain itu, pengelolaan komunikasi digital harus senantiasa selaras dengan prinsip keterbukaan informasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta ketentuan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan agar tidak menimbulkan pelanggaran disclosure, penyampaian informasi material yang tidak tepat waktu, maupun misinformasi yang dapat merugikan publik dan perusahaan.

Lebih dari sekadar membangun citra positif dan meningkatkan engagement, bank juga dituntut untuk memiliki kerangka Social Media Governance yang komprehensif dan terdokumentasi dengan baik, mencakup kebijakan internal yang jelas, mekanisme pengendalian dan persetujuan konten, standar respons terhadap interaksi publik, prosedur manajemen krisis digital, serta sistem monitoring sentimen berbasis data analytics. Tantangan menuju 2026 diproyeksikan semakin kompleks dengan meningkatnya disinformasi, maraknya penggunaan artificial intelligence dalam produksi dan manipulasi konten, serta potensi serangan reputasi (reputational attack) yang terorganisir di ruang digital. Tanpa tata kelola yang kuat dan respons yang terukur, isu kecil dapat berkembang menjadi krisis besar yang berdampak pada kepercayaan nasabah dan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman strategis sekaligus keterampilan teknis dalam merancang Digital PR Strategy yang efektif, membangun sistem pengendalian komunikasi digital yang akuntabel, serta memastikan tata kelola media sosial yang profesional, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung stabilitas dan reputasi bank.

Tujuan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami konsep dan urgensi Digital PR dalam industri perbankan.
  2. Menyusun strategi komunikasi digital yang selaras dengan corporate strategy.
  3. Mengembangkan kebijakan dan tata kelola media sosial (social media governance).
  4. Mengidentifikasi dan memitigasi risiko reputasi di ruang digital.
  5. Mengelola krisis komunikasi digital secara cepat dan terukur.
  6. Mengoptimalkan monitoring sentimen publik untuk mendukung pengambilan keputusan komunikasi.

Materi

Hari 1 – Strategi Digital PR & Branding Korporasi

1. Tren Digital Communication 2026 di Industri Perbankan

  • Perubahan perilaku audiens digital
  • Risiko viral, cancel culture, dan disinformasi
  • Peran Digital PR dalam membangun trust

2. Konsep & Framework Digital PR Strategy

  • Alignment dengan corporate communication plan
  • Penentuan target audience & key message
  • Integrated digital communication approach

3. Content Strategy & Storytelling untuk Bank

  • Penyusunan narasi korporasi yang kredibel
  • Konten edukatif vs promosi
  • Pemanfaatan multimedia & AI tools secara etis

4. Social Media Platform Management

  • Karakteristik platform (Instagram, LinkedIn, X, TikTok, dll.)
  • Kalender konten & editorial planning
  • Tone of voice dan brand consistency

5. Compliance & Disclosure Awareness

  • Prinsip keterbukaan informasi publik
  • Pengendalian informasi material
  • Koordinasi dengan unit legal dan compliance

 

Hari 2 – Social Media Governance & Crisis Management

6. Social Media Governance Framework

  • Penyusunan kebijakan media sosial internal
  • Role & responsibility admin dan approval process
  • SOP pengelolaan akun resmi perusahaan

7. Monitoring & Sentiment Analysis

  • Tools monitoring media sosial
  • Identifikasi isu dan early warning system
  • Analisis data untuk strategi komunikasi

8. Crisis Communication di Era Digital

  • Tahapan penanganan krisis online
  • Penyusunan holding statement & press release digital
  • Simulasi respons terhadap isu viral

9. Managing Negative Comments & Online Engagement

  • Teknik merespons komentar negatif
  • Etika interaksi digital
  • Membangun engagement positif

10. Penyusunan Digital PR & Governance Action Plan

  • Identifikasi gap tata kelola saat ini
  • Roadmap penguatan governance media sosial
  • KPI komunikasi digital & evaluasi kinerja

Peserta

  • Corporate Communication / Komunikasi Korporat
  • Public Relations / Digital PR Strategy
  • Governance / Tata Kelola
  • TI / IT (Digital Media Monitoring & Platform Governance)
  • Compliance / Kepatuhan
  • Corporate Secretary / Sekretaris Perusahaan
  • Risk Management / Manajemen Risiko
  • Perbankan / Financial Services
  • Manajemen Umum / Strategic Management
  • Brand Management / Reputation Management

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan