Relasi organisasi dengan publiknya semakin kompleks seiring dinamika lingkungan yang melingkupinya. Ada beberapa hal yang mempengaruhi relasi organisasi dengan publiknya, seperti yang terjadi di Indonesia. Yang pertama adalah adanya era reformasi yang menempatkan posisi publik setidaknya relatif lebih seimbang dan memiliki kekuatan tawar menawar dengan organisasi. Dengan posisi ini publik memiliki kebebasan berbicara dan mengkritik organisasi tanpa adanya tekanan. Kedua, jumlah media pembentuk opini publik juga semakin banyak. Dalam situasi seperti ini, organisasi perlu membuka ruang dialog dengan publik dan peka untuk selalu beradaptasi dengan lingkungannya.