Managing Difficult and Toxic Employee With NLP

Managing Difficult and Toxic Employee With NLP

Managing Difficult and Toxic Employee With NLP

20-21 April 2026 Yogyakarta Hotel Ibis Styles

Deskripsi

Mengelola karyawan dengan perilaku sulit dan cenderung toksik merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh pimpinan maupun tim HR dalam organisasi. Perilaku seperti resistensi, komunikasi negatif, konflik interpersonal, hingga rendahnya kolaborasi dapat berdampak pada menurunnya produktivitas dan suasana kerja yang tidak kondusif. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga efektif dalam memahami pola pikir dan perilaku individu. 
Pelatihan ini mengintegrasikan pendekatan Neuro-Linguistic Programming (NLP) untuk membantu peserta memahami cara kerja pikiran, bahasa, dan perilaku dalam menghadapi karyawan sulit. Peserta akan dibekali dengan teknik komunikasi yang tepat, strategi membangun rapport, serta metode mengubah pola pikir dan perilaku negatif menjadi lebih konstruktif. Dengan pendekatan praktis dan aplikatif, pelatihan ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, produktif, dan kolaboratif. 

Tujuan

  • Peserta memahami tujuan pelatihan, aturan main, dan gambaran umum hubungan antara komunikasi, emosi, dan NLP.
  • Peserta mampu membedakan orang yang sekadar sulit dengan orang yang benar-benar toxic.
  • Peserta memahami konsep dasar NLP dan kaitannya dengan pola pikir serta komunikasi
  • Peserta mampu menenangkan diri, tidak mudah terpancing, dan tetap sadar saat berhadapan dengan orang sulit.
  • Peserta mampu merespons secara lebih efektif tanpa terjebak emosi atau permainan psikologis.
  • Peserta mampu menetapkan batas tanpa rasa bersalah yang berlebihan.
  • Peserta memahami strategi praktis untuk tetap aman secara emosional dan sosial.
  • Peserta mampu menentukan kapan hubungan masih bisa diperbaiki dan kapan harus dihentikan atau diputus.

Materi

Sesi 1. Pembukaan dan orientasi pelatihan

a. Pengantar pelatihan 

b. Kontrak belajar 

c. Tantangan menghadapi orang sulit dalam kehidupan pribadi dan profesional 

d. Gambaran umum NLP sebagai pendekatan memahami pikiran, bahasa, dan perilaku 

Sesi 2. Mengenali Orang Sulit Dan Toxic People

a. Definisi orang sulit 

b. Definisi toxic people 

c. Perbedaan konflik biasa, perilaku manipulatif, dan relasi berbahaya 

d. Ciri-ciri perilaku toxic: 

  • merendahkan 
  • gaslighting 
  • playing victim 
  • manipulatif 
  • suka menyalahkan 
  • menguras energi emosional 
  • melanggar batas pribadi 
  • mengontrol berlebihan 
  • menyebar drama dan konflik 

e. Dampak toxic people terhadap kesehatan mental, fokus kerja, dan kualitas relasi

Sesi 3. Dasar NLP untuk Menghadapi Interaksi yang Sulit

a. Apa itu NLP 

b. Prinsip dasar NLP dalam komunikasi 

c. Map is not the territory 

d. Hubungan pikiran, bahasa, emosi, dan perilaku 

f. Representational systems secara sederhana 

g. Rapport dan pacing-leading 

h. Pentingnya state management saat menghadapi orang sulit 

Sesi 4. Mengelola Emosi Diri Sebelum Merespons

a. Trigger emosional saat menghadapi orang sulit 

b. Konsep state dalam NLP 

c. Teknik NLP sederhana untuk self-regulation: 

  • anchoring positif 
  • reframing makna 
  • break state 
  • self-talk yang memberdayakan 

d. Cara mengenali kapan kita sedang masuk dalam pola defensif

Sesi 5. Teknik Komunikasi NLP untuk Menghadapi Orang Sulit

a. Mendengar secara strategis 

b. Bahasa yang menenangkan vs bahasa yang memicu konflik 

c. Teknik pacing dan leading 

d. Meta model sederhana untuk mengklarifikasi tuduhan, asumsi, dan generalisasi 

e. Reframing untuk meredakan ketegangan 

f. Menjawab orang yang menyerang, pasif-agresif, atau manipulatif 

g. Kalimat praktis untuk menghadapi: 

  • orang yang suka menyalahkan 
  • orang yang suka mendominasi 
  • orang yang meremehkan 
  • orang yang menebar drama 

Sesi 6. Menetapkan Batas Sehat dengan NLP dan Komunikasi Asertif

a. Apa itu personal boundary 

b. Mengapa toxic people sering menguji batas 

c. Hubungan self-worth dan boundary 

d. Teknik komunikasi asertif 

e. Formula menyampaikan batas:

  • apa yang terjadi 
  • dampaknya bagi saya
  • batas saya 
  • konsekuensi jika diulang 

f. NLP reframing untuk mengubah keyakinan: 

  • “Kalau saya tegas berarti saya jahat” 
  • “Kalau saya menolak nanti saya tidak disukai” 

g. Latihan kalimat batas yang sehat 

Sesi 7. Strategi Menghadapi Toxic People Tanpa Terseret

a. Kapan perlu menghadapi langsung, kapan perlu menjaga jarak 

b. Teknik low emotional response 

c. Mengurangi akses toxic people terhadap emosi kita 

d. Mengelola ekspektasi: tidak semua orang bisa berubah 

e. Membedakan membantu, menoleransi, dan enabling 

f. Strategi di lingkungan kerja, keluarga, pertemanan, dan media sosial

Peserta

  • SDM / Human Resources
  • Leadership / Organizational Development
  • Manajemen Umum / Strategic Management
  • Training & Development / Learning
  • Performance Management
  • Corporate Culture / Budaya Perusahaan
  • Change Management
  • Employee Relations
  • Coaching & Mentoring
  • Conflict Management

Metode

  • Pre-test
  • Presentasi Materi
  • Diskusi
  • Studi Kasus
  • Post-test

Fasilitas

  • Training Amenities
  • Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Flashdisk, Block Note, Pulpen, Watermark)
  • Sertifikat
  • Souvenir
  • 2x Coffee Break, 1x Lunch
Kembali ke Layanan