Transformasi industri perbankan menuju tahun 2026 ditandai oleh percepatan digitalisasi yang semakin agresif, perubahan perilaku nasabah yang serba digital dan real-time, peningkatan ancaman siber berbasis kecerdasan buatan, serta tuntutan integrasi ekosistem open banking dan embedded finance yang semakin luas. Di saat yang sama, bank juga menghadapi tekanan regulasi yang makin kompleks terkait perlindungan data, ketahanan operasional digital, manajemen risiko teknologi, dan tata kelola AI. Dalam konteks ini, model arsitektur tradisional yang bersifat monolitik, kaku, serta berorientasi pada proyek jangka panjang tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan bisnis yang dinamis dan kompetitif. Bank membutuhkan pendekatan arsitektur yang mampu beradaptasi secara cepat terhadap perubahan strategi, peluncuran produk baru, integrasi mitra fintech, maupun perkembangan teknologi yang disruptif. Konsep adaptive & composable banking hadir sebagai paradigma arsitektur modern yang memungkinkan organisasi membangun kapabilitas bisnis dalam bentuk modul-modul yang independen, reusable, dan mudah dikombinasikan ulang sesuai kebutuhan pasar. Dengan pendekatan ini, enterprise architecture tidak lagi sekadar menjadi dokumen blueprint statis, melainkan bertransformasi menjadi instrumen strategis yang mendorong inovasi berkelanjutan, meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat time-to-market, serta memperkuat ketahanan dan skalabilitas digital bank secara menyeluruh.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kerangka kerja konseptual dan praktik terbaik dalam merancang Enterprise Architecture (EA) yang fleksibel, terstruktur, dan selaras dengan arah transformasi perbankan masa depan. Peserta akan memahami bagaimana membangun arsitektur berbasis domain bisnis yang kuat, menerapkan prinsip API-first dan event-driven architecture untuk mendukung integrasi yang terbuka dan aman, serta mengadopsi pendekatan cloud-enabled dan cloud-native guna meningkatkan elastisitas dan efisiensi infrastruktur. Penyelarasan antara strategi bisnis dan arsitektur teknologi akan dibahas melalui pendekatan framework industri seperti yang dikembangkan oleh The Open Group (TOGAF), penerapan Domain-Driven Design dalam pemodelan kapabilitas bisnis, penggunaan arsitektur microservices untuk modularitas sistem, serta prinsip composable enterprise yang dipopulerkan oleh Gartner. Selain itu, pelatihan ini juga mengulas strategi modernisasi core banking, penguatan arsitektur data modern untuk mendukung analitik dan AI, serta penerapan governance dan risk management agar transformasi arsitektur tetap terkendali, terukur, dan selaras dengan ketentuan regulator. Dengan pendekatan komprehensif ini, peserta diharapkan mampu merancang roadmap arsitektur yang adaptif sekaligus berkelanjutan dalam menghadapi tantangan industri perbankan tahun 2026 dan seterusnya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
Hari 1 – Foundation & Architectural Design
1. Tren dan Tantangan Arsitektur Perbankan 2026
2. Konsep Enterprise Architecture Modern
3. Adaptive & Composable Banking Architecture
4. Application & Integration Architecture
5. Data Architecture & Intelligence Layer
Hari 2 – Implementation, Governance & Roadmap
6. Cloud & Infrastructure Architecture
7. Core Banking Modernization Strategy
8. Security & Risk Architecture
9. Architecture Governance & Operating Model
10. Roadmap & Transformation Planning Workshop