Pelatihan ini dirancang untuk membantu bank menyusun strategi portofolio sektoral yang selaras dengan dinamika dan tren industri tahun 2026 yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Perubahan struktur ekonomi global dan domestik, percepatan transformasi digital di berbagai sektor, transisi energi menuju ekonomi rendah karbon, pergeseran rantai pasok global akibat ketegangan geopolitik, serta volatilitas harga komoditas dan fluktuasi nilai tukar menjadi faktor-faktor krusial yang memengaruhi kinerja sektor usaha. Dalam kondisi tersebut, bank tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan pertumbuhan kredit yang bersifat umum dan seragam, melainkan perlu mengembangkan strategi yang lebih selektif, berbasis data, dan mempertimbangkan ketahanan jangka panjang suatu sektor. Pertumbuhan kredit tidak lagi hanya berorientasi pada ekspansi volume dan pencapaian target nominal, tetapi juga harus mempertimbangkan kualitas portofolio, sensitivitas sektor terhadap siklus ekonomi, daya tahan terhadap tekanan suku bunga, serta kesesuaian dengan arah kebijakan pemerintah dan regulasi industri keuangan. Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali kemampuan untuk membaca tren industri secara lebih komprehensif, mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan, serta mengantisipasi sektor yang berpotensi menghadapi tekanan struktural maupun siklikal pada tahun 2026.
Selain memberikan perspektif makroekonomi dan sektoral yang kuat, pelatihan ini juga menekankan pentingnya menerjemahkan analisis tren industri tersebut ke dalam strategi portofolio kredit dan pembiayaan yang terukur, realistis, dan selaras dengan profil risiko bank. Peserta akan mempelajari teknik segmentasi sektor berdasarkan karakteristik risiko dan potensi imbal hasil, metode pengukuran risiko sektoral, analisis konsentrasi portofolio, serta pendekatan risk-adjusted return untuk memastikan keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. Lebih lanjut, pelatihan ini juga membahas bagaimana mengintegrasikan strategi pertumbuhan dengan risk appetite bank, termasuk penetapan limit eksposur sektoral, strategi pricing berbasis risiko, serta mekanisme monitoring dan evaluasi portofolio secara berkala. Dengan pendekatan yang aplikatif dan strategis, peserta diharapkan mampu menyusun kebijakan sektor prioritas yang adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi, melakukan rebalancing portofolio secara dinamis, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, stabilitas kualitas aset, dan pencapaian profitabilitas yang berkelanjutan.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
1. Outlook Industri & Sektor Ekonomi 2026
2. Analisis Risiko & Potensi Sektoral
3. Portfolio Concentration & Diversification Strategy
4. Integrasi Strategi Sektoral dalam Rencana Bisnis Bank
5. ESG & Sustainability dalam Strategi Portofolio Sektor
6. Scenario Planning & Strategic Adjustment 2026