Pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk memperkuat kapasitas, pemahaman konseptual, serta kemampuan praktis peserta dalam mengelola likuiditas bank secara strategis, berkelanjutan, dan adaptif terhadap dinamika pasar keuangan. Fokus utama pelatihan ini adalah memastikan peserta memahami secara mendalam mekanisme pengendalian dan pengawasan rasio Loan-to-Deposit Ratio (LDR) agar senantiasa berada dalam batas optimal sesuai ketentuan regulator seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sejalan dengan arah kebijakan bisnis dan strategi pertumbuhan bank. Dalam konteks lingkungan ekonomi yang semakin bergejolak, diwarnai oleh fluktuasi suku bunga, ketidakpastian pasar global, tekanan terhadap penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta semakin ketatnya persaingan dalam penyaluran kredit, kemampuan dalam merencanakan, mengalokasikan, dan mengendalikan likuiditas menjadi salah satu faktor penentu utama keberlanjutan dan stabilitas kinerja keuangan bank. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teoritis, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan praktis dalam menganalisis keterkaitan antara perencanaan keuangan, strategi pendanaan (funding strategy), kebijakan kredit, serta pengelolaan risiko likuiditas baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Peserta akan diperkenalkan pada berbagai instrumen pasar uang yang relevan, teknik pengelolaan maturity gap, penyusunan cash flow projection, serta analisis mendalam terhadap profil likuiditas untuk mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih presisi.
Lebih jauh, pelatihan ini juga dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dalam melakukan monitoring dan evaluasi likuiditas secara dinamis melalui penerapan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang terukur. Peserta akan mempelajari bagaimana membangun sistem pemantauan likuiditas yang efektif dengan memanfaatkan analisis sensitivitas, model prediktif, serta implementasi early warning system guna mendeteksi potensi ketidaksesuaian (mismatch) antara sumber dan penggunaan dana sebelum menimbulkan risiko serius terhadap stabilitas bank. Selain itu, pelatihan ini juga membahas secara rinci praktik terbaik (best practices) industri perbankan nasional maupun internasional, termasuk penerapan standar likuiditas global seperti Liquidity Coverage Ratio (LCR) dan Net Stable Funding Ratio (NSFR), yang kini menjadi bagian integral dari kerangka pengawasan perbankan modern. Melalui pendekatan interaktif berupa simulasi kasus nyata, analisis skenario stress testing, dan diskusi kelompok, peserta diharapkan mampu merumuskan strategi perencanaan yang adaptif, responsif terhadap perubahan perilaku nasabah dan kondisi pasar, serta proaktif dalam menghadapi potensi tekanan likuiditas di masa depan. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan menjadi sarana yang efektif dalam membangun kompetensi strategis divisi perencanaan dan keuangan bank dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset produktif, efisiensi biaya dana, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator.
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat:
Hari 1 – Konsep dan Strategi Manajemen Likuiditas
Hari 2 – Monitoring, Evaluasi, dan Solusi
Perbankan
Keuangan & Akuntansi
Manajemen
Kredit
SDM