Scenario Analysis & Stress Testing untuk Penguatan Resiliensi Perbankan

Scenario Analysis & Stress Testing untuk Penguatan Resiliensi Perbankan

Scenario Analysis & Stress Testing untuk Penguatan Resiliensi Perbankan

30 September - 01 October 2026 Malang Hotel Ibis Style

Deskripsi

Pelatihan ini membahas penerapan Scenario Analysis dan Stress Testing sebagai bagian penting dalam penguatan resiliensi perbankan terhadap berbagai kondisi tekanan, baik yang bersumber dari risiko keuangan maupun non-keuangan. Bank perlu mampu mengidentifikasi potensi dampak dari perubahan kondisi ekonomi, pasar, likuiditas, kualitas kredit, suku bunga, nilai tukar, hingga gangguan operasional terhadap kondisi keuangan dan kemampuan menjalankan bisnis.

Peserta akan memahami proses penyusunan skenario, penentuan faktor risiko, pengembangan asumsi, pengukuran dampak terhadap modal dan likuiditas, serta interpretasi hasil stress testing. Pembahasan juga mencakup reverse stress testing, sensitivity analysis, macroeconomic scenarios, risk appetite, capital planning, liquidity planning, dan penyusunan respons manajemen agar hasil stress testing dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Tujuan

  • Memahami konsep Scenario Analysis dan Stress Testing.
  • Mampu menyusun skenario dan asumsi stress testing.
  • Mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memengaruhi resiliensi bank.
  • Memahami dampak stress scenario terhadap modal, likuiditas, dan profitabilitas.
  • Mengintegrasikan hasil stress testing dengan risk appetite dan business planning.
  • Menyusun respons dan mitigasi berdasarkan hasil stress testing.

Materi

  • BAB 1 – Konsep Scenario Analysis & Stress Testing
  • Pengertian Scenario Analysis 
  • Pengertian Stress Testing 
  • Tujuan dan manfaat stress testing bagi bank 
  • Perbedaan stress testing, scenario analysis dan sensitivity analysis 
  • Peran stress testing dalam risk management 
  • Stress testing sebagai alat penguatan financial resilience 
  • BAB 2 – Stress Testing Framework Perbankan
  • Stress testing governance 
  • Stress testing policy dan methodology 
  • Risk coverage 
  • Penentuan material risk 
  • Risk appetite dan risk tolerance 
  • Peran Risk Management, Finance, Treasury dan Business 
  • Dokumentasi dan reporting 
  • BAB 3 – Scenario Development
  • Identifikasi risk drivers 
  • Baseline scenario 
  • Adverse scenario 
  • Severe scenario 
  • Historical scenario 
  • Hypothetical scenario 
  • Macroeconomic scenario 
  • Reverse stress testing 
  • BAB 4 – Macroeconomic & Financial Risk Factors
  • Pertumbuhan ekonomi 
  • Inflasi
  • Suku bunga 
  • Nilai tukar 
  • Harga komoditas 
  • Pengangguran
  • Market volatility 
  • Kondisi likuiditas pasar 
  • Dampak perubahan kondisi makroekonomi terhadap bank 
  • BAB 5 – Credit Risk Stress Testing
  • Stress testing portofolio kredit 
  • Credit migration 
  • Probability of Default 
  • NPL deterioration 
  • Credit concentration risk 
  • Sectoral stress 
  • Dampak stress scenario terhadap ECL/provision 
  • Dampak terhadap kualitas aset dan profitabilitas 
  • BAB 6 – Market Risk & Interest Rate Stress Testing
  • Interest rate shock 
  • Foreign exchange shock 
  • Market price shock 
  • Yield curve scenarios 
  • Interest Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) 
  • Trading book stress 
  • Dampak market stress terhadap earnings dan capital 
  • BAB 7 – Liquidity Stress Testing
  • Liquidity risk scenarios 
  • Deposit run-off 
  • Funding stress 
  • Wholesale funding withdrawal 
  • Market liquidity stress 
  • Cash flow stress testing 
  • LCR dan NSFR dalam stress scenario 
  • Contingency Funding Plan 
  • BAB 8 – Capital & Financial Resilience Stress Testing
  • Dampak stress scenario terhadap capital 
  • Capital adequacy 
  • RWA sensitivity 
  • Capital buffer 
  • Profit and loss impact 
  • Capital planning 
  • Hubungan stress testing dengan ICAAP 
  • Capital recovery options 
  • BAB 9 – Operational & Non-Financial Risk Stress Testing
  • Operational disruption scenario 
  • Cyber incident 
  • IT system failure 
  • Third-party/vendor disruption 
  • Fraud scenario 
  • Business Continuity Management 
  • Operational resilience 
  • Scenario analysis untuk risiko non-keuangan 
  • BAB 10 – Integrasi Hasil Stress Testing dengan Risk Management
  • Interpretasi hasil stress testing 
  • Risk appetite dan risk limit 
  • Early Warning Indicators 
  • Management actions 
  • Recovery planning 
  • Business strategy dan risk strategy 
  • Penggunaan hasil stress testing dalam pengambilan keputusan 
  • BAB 11 – Governance, Validation & Reporting
  • Stress testing governance 
  • Independent review 
  • Model validation 
  • Data quality 
  • Assumption validation 
  • Sensitivity analysis 
  • Management challenge 
  • Stress testing reporting kepada manajemen dan pihak terkait 
  • BAB 12 – Practical Case Study & Action Plan
  • Penyusunan stress scenario perbankan 
  • Penentuan risk drivers dan assumptions 
  • Simulasi dampak terhadap kredit, likuiditas, market risk dan capital 
  • Analisis hasil stress testing 
  • Penyusunan management response

Peserta

Divisi Risk Management

Divisi Enterprise Risk Management (ERM)

Divisi Strategic Planning

Divisi Stress Testing & Scenario Analysis

Divisi Market Risk

Divisi Liquidity Risk

Divisi Treasury

Metode

• Pre Test 
• Presentasi Materi 
• Diskusi 
• Studi Kasus 
• Post Test 

Fasilitas

• Training Amenities 
• Peralatan Pelatihan (Tas, Hand Out, Block Note, Pulpen, Watermark) 
• Sertifikat 
• Souvenir 
• 2x Coffee Break, 1x Lunch

Kembali ke Layanan